Hutang Terlupa, Justru Cinta yang Melanda

TEATER Lingkar mementaskan Orang Kasar atawa penagih hoetang di Gedung Serba Guna Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Jumat (4/5) malam.  Pendukung lakon didapuk oleh Maston (Baitul Bilal),Niken (Ny Murtopo) dan Wiwik (Pak Darmo).Pemilihan naskah karya Anton Chekov dalam rangka HUT ke-32 Teater Lingkar merupakan kesepakatan bersama.

Naskah ini sendiri sudah pernah dipentaskan 12 tahun lalu. Kisah mengambil cerita soal penagihan utang yang dibumbui kisah cinta.Panggung berlatar ruang tamu dengan atribut kursi kayu,deretan minuman beralkohol,radio tua, vas bunga. Ada pula satu pintu jalan menuju kamar dan jendela.

Properti lukisan disematkan di ruang tamu.Adalah Baitul Bilal yang sedang menagih utang kepada Ny Murtopo.Baitul Bilal tergoda Ny Murtopo dan mencoba merayu. Ny Murtopo tetap setia kepada mendiang suaminya bahkan berjanji setia hingga menyusul menutup mata.
Dialog itu menyiratkan simbol feminisme dengan setia terhadap satu pasangan.Seusai kepergian suami,Ny Murtopo lebih banyak mengurung diri. Tak patah semangat,Baitul Bilal terus mengungkapkan isi hati kepada Ny Murtopo.

”Saya meninggalkan 12 wanita tapi ditinggalkan 15 wanita tapi tak seorangpun pernah saya cintai sebagaimana saya mencintaimu. Saya sudah kalah,tunduk seperti orang tolol,saya meniarap di lantai memohon tanganmu,”demikian bujuknya.

Dialog ini pun mengundang tawa dari para penonton yang memenuhi ruangan. Namun,semakin hari Ny Murtopo semakin membutuhkan Baitul Bilal hingga memutuskan menerima cintanya.Pemain teater senior,Maston mengungkapkan, naskah tersebut dinilai masih relevan dengan kondisi kekinian.

Pementasan tersebut membutuhkan waktu satu bulan karena kesibukan profesi masingmasing pemain.Selain itu,sisi menarik pementasan ini adalah memadukan dua generasi. “Wiwik sebagai Ny Murtopo mewakili generasi kedua dari Teater Lingkar.Saya seperti bermain (teater) dengan anakanak saya,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.