Hikayat Celana Dalam

Kebutuhan fisik manusia nyaris bisa sama sekali tak bersekat dengan kebutuhan psikologisnya. Itu tergambar pada celana dalam.  Diciptakan untuk kebutuhan protektif, celana dalam bermetamorfosa jadi mascot peradaban. Celana dalam meriwayatkan ekspansi pemikiran sebuah bangsa sehingga diterima bangsa lain, bahkan pada urusan-urusan yang sangat domestic.

Dalam bentuk yang sederhana celana dalam telah ditemukan di Mesir 3000 tahun sebelum masehi. Para pekerja perempuan melindungi selangkangan mereka dengan kain agar tak lecet. Kain panjang dilipat-lipat menutupi bagian kemaluan hingga ke belakang. Pada celana dalam terbaca kelas. Jika para budak menggunakan kain tebal yang kasar, para Pharao menggunakan kain yang tipis dan lembut dikencangkan dengan sabuk emas.

Berabad kemudian, sekira pada abad ke-18, celana dalam dipakai oleh perempuan bangsawan di Inggris. Saat itu celana dalam masih berupa kain tipis yang dililitkan ke pangkal paha. Celana dalam masih jadi barang langka karena terbuat dari cotton wool yang mahal.

Kapan orang Indonesia mulai menggunakan celana dalam? Tak diketahui persis kapan waktunya. Tapi, pria-pria Jawa sudah sejak lama menggunakan cawat dari kain. Di Kalimantan, sedulur-sedulur Dayak juga telah memanfaatkan kulit kayu dan binatang untuk menutup kemaluan mereka. Adapun di Papua, suku Asmat dan Dani menggunakan koteka. Meski bentuknya sama sekali berbeda dengan celana dalam saat ini koteka punya fungsi sama.

Riwayat Pertentangan

Celana dalam menarasikan pertentangan antarkelompok. Pada decade 1980-an, kaum Hippies di Amerika menentangpenggunaan celana dalam. Mereka beranggapan, penggunaan cancut tak natural, baik bagi pria maupun wanita. Cancut juga dinilai mengekang kebebasan.

Mereka melakukan protes dengan aksinya yang kontroversial. Kaum Hippies membakar seluruh celana dalam atau bra yang mereka ambil secara paksa dari toko pakaian maupun dari orang-orang yang memakainya.

Apa benar kaum Hippies merasa tak nyaman memakai celana dalam? Kemungkinan itu sangat terbuka jika mencermati riwayat hidup mereka. Tapi, lebih dari itu, celana dalam hanya dijadikan kaum Hippies sebagai symbol pertentangan. Mereka menggunakan celana sebagai pemantik pertentangan. Sikap itu, patut diduga, adalah deklarasi bahwa “Kami berbeda dengan Anda.”

Imajinasi Seksual

Perkembangan bentuk dan fungsi celana dalam menunjukan, oleh manusia, hal yang awalnya tak terlalu penting bisa menjadi urusan yang amat penting. Seperti yang dilakukan manusia pada benda-benda lain di sekitarnya, manusia membubuhkan imajinasi pada celana dalam. Ini membuat celana dalam diseret ke berbagai arah makna.

Anak-anak menggunakan celana dalam bukan karena ia merasa memerlukannya. Anak-anak menggunakan karena orang tua mereka merasa mereka perlu menggunakannya. Ada proses pewarisan nilai. Celana dalam sudah menjadi tradisi keluarga modern.

Lantaran celana dalam telah melewati fungsi fisiknya, celana dalam leluasa bergerak menjadi apa pun, bahkan siapa pun. Di Amerika pada decade 1990-an, industry celana dalam berkembang lantaran celana dalam dimitoskan mampu memantik hasrat seksual pasangan. Celana dalam membikin pemakaiannya merasa seksi.

Pemaknaan itu membikin celana dalam naik kelas, dari semata underwear menjadi upwear – maksud saya adalah pakaian yang sejatinya tak penting tapi jadi penting. Raksasa fashion Amerika dan Eropa seperti Calvin Klein dan Jockey mewakili bran ternama celana dalam pria. Adapun Victoria’s Secret jadi branda kelas atas underwear perempuan.

David dan Victoria

Bagaimana celana dalam bekerja keras mengangkat harkat hidupnya? Saya menggunakan kalimat aktif lantaran celana dalam telah jadi subjek dalam imajinasi pasar belakangan ini.

Ikhtiar celana dalam dapat dibaca melalui David Beckham dan Victoria Beckham, dua pasangan selebritas  dunia. Si laki-laki adalah pemain sepakbola paling top pada masanya, si perempuan adalah anggota grup vokal yang albumnya pernah sangat laris.

Beckham sejak beberapa tahun silam jadi iklan underwear merk H&M. Di pangkal paha Beckham celana dalam tampak “sombong” dan mengklaim diri sangat berharga. Celana dalam mengklaim bahwa ketamapanan mantan gelandang Manchaster United itu – tidak lain dan tidak bukan – ada karena kontribusinya.

Rahmat Petuguran
Foto: celana dalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.