Hal-hal yang Dikhawatirkan Suami Ketika Istrinya Kecanduan Drama Korea

SEBAGAI suami yang menjunjung nilai-nilai demokrasi dan cinta damai, aku sih gak masalah kamu pilih tontonan yang kamu suka. Mau pilih drama Korea silakan, mau pilih telenovela ala Meksiko juga silakan. Asal tidak melanggar hukum, norma, adat istiadat, dan KUHP pasal 365, pilih deh sesuka-suka.

Tapi kegandrunganmu pada drama Korea mulai membikin aku khawatir. Soalnya, kegandrungamu sudah menahun dan makin parah. Kalau analoginya penyakit, mungkin sudah stadium 13. Tidak ada harapan untuk disembuhkan. Huhuhu…

Kekhawatiranku sebagai suami itu tidak bisa kubicarakan langsung. Aku khawatir menerabas prinsip bebas-aktif yang kita sepakati sebagai prinsip mengelola rumah tangga. Makanya, kutuliskan kekhawatiranku di sini. Mudah-mudahan kamu baca dan lekas bertobat.

Tolong, Jangan Dandani Aku

Kemarin kamu bilang bahwa siapa itu namanya adalah aktor ganteng. Mungkin kamu nge-fans dengan dia. Oke, itu tidak masalah. Itu kencenderungan alami seperti aku juga ngefans sama Scarlett Johansen.

Tapi yang bikin aku khawatir, kamu mulai ndandani aku supaya mirip aktor kesukaanmu. Misi itu kamu lakukan dengan diam-diam, terencana rapi,  seperti agen CIA yang menjalankan misi di Nicaragua.

Kemarin saat kamu beli kaos buatku, kamu pilih bahan yang tipis dan halus. Katamu itu cocok dengan postur dan warna kulitku.

Tapi setelah kupikir-pikir, kaos itu beda banget dengan kaosku yang dulu-dulu. Aku curiga, kamu pilih kaos itu karena kamu lihat di film Korea yang kamu tonton.

Padahal, ya, seleraku beda jauh lah dengan masmas aktor Korea itu. Aku gak pengin dandan rapi seperti mereka,. Rapi? Kayak skripsi yang sudah dijilid aja.

Kalau kamu mau tahu, pakaian buatku yang cocok bukan seperti itu. Tapi yang seperti ini:

Pemutih Kulit dan Rambut Poni

Menurutku, laki-laki di Korea kayaknya punya wajah sama. Mereka seperti Hyunday dan Sampsung. Bedain satu dengan lainnya itu susah. Semua kelihatan putih dengan sisiran rapi, rambut lurus. Aku khawatir selera itu akan kamu paksakan juga ke aku.

Waktu kamu sarankan aku pakai pembersih muka, itu sih wajar-wajar saja. Mukaku memang sering kotor. Produk yang kamu belikan aku pakek seperlunya.

Tapi aku mulai khawatir karena setelah pembersih muka, kamu juga belikan produk pembersih kulit yang embuh apa itu namanya. Kamu bilang ini harus dipakek kalau mau tidur. Dengan rayuanmu kamu bilang kalau itu produk bagus. Kalau aku gak mau, kamu mengancamku bahwa musim “kemarau” panjang akan datang, dan kemakmuran umat manusia akan terganggu. Kan jahat.

Jangan Sampai Salah Kostum

Di film Korea yang kamu tonton, banyak film dengan setting musim dingin. Karena musim dingin, orang-orang di sana pakai mantel tebal. Ya, iya lah. Itu wajar karena Desember dan Januari suhu di Seoul bisa di bawah nol.

Karena kamu lihat mereka pakai mantel, aku khawatir kamu bakal ikut-ikutan beli mantel tebal.

Kemarin aku lihat kamu sudah pegang-pegang mantel setebal 5 senti saat jalan-jalan di mall. Mantel itu tebalnya melebihi Kamus Besar Bahasa Indonesia, ada bulu-bulu segala di bagian lehernya.

Kan aku cemas, jangan-jangan mantel itu mau kamu pakek di Semarang yang suhunya  kadang di atas 30 derajat celcius.

Gak khawatir jadi panggang?

Masa Umroh Lewat Seoul?

Korea memang bagus. Ada banyak spot romantis yang cocok buat pacaran. Makanya, aku gak heran kalau kamu diam-diam pengin main ke sana.

Aku juga ga masalah kok antar kamu ke sana. Tapi ya nanti lah, setelah tabungan cukup, KPR selesai, dan cicilan panci lunas.

Kemarin kamu mulai pegang-pegang sertifikat rumah. Kamu usul supaya dananya dipakai buat tambahan biaya umroh. Kamu usul supaya rute perjalanan umroh diubah, dari Jakarta, ke Seoul, lalu ke Jeddah.

Yaelah, Bro. Arab tuh di barat sono. Kalau mau ke Arab kok ke Seoul dulu sih bukan mampir, itu namanya keliling dunia.

Sekian.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *