FKPT Susun Rencana Tangkal Radikalisme dengan Kearifan Lokal

Acaman radikalisme dan terorisme sudah sangat serius yang dapat memecah belah NKRI. Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dinilai menjadi zona merah aksi radikalisme dan terorisme. Selain karena banyaknya pelaku dan korban dari Jateng,  banyak organisasi  yang disinyalir menganut paham garis keras juga berkembang di sini.

Sebagai tindakan preventif mencegah tindakan tersebut, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng menyelenggarakan Forum Grup Discussion Penyusunan Policy Brief Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Radikalisme-Terorisme Sabtu (4-8-18)

Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk membekali dan mendiskusikan tentang upaya pencegahan aksi radikalisme dan terorisme.

Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan kali ini antara lain, Dr. Samidi Khalim, M.Si. merupakan anggota Balitbang Agama Kota Semarang, banyak penelitian mengenai lokal wisdom yang dilakukannya dan Dr. Agus Sutiyono, M.Pd. peneliti senior tentang Pendidikan.

Banyak temuan-temuan dan data penelitian yang menyebutkan bahaya radikalisme, dan saat ini harus segera ditangani. Local wisdom dan pendidikan menjadi alternatifnya.

Forum Grup Discussion Penyusunan Policy Brief Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Radikalisme-Terorisme diikuti oleh para dosen, guru, mahasiswa, tokoh masyarakat, budayawan, wartawan, santri dan eks-napi pidana terorisme.

Dalam sambutannya, Ketua FKPT Jateng, Dr. Drs. Budiyanto, S.H., M.Hum. berpesan kita diwarisi oleh leluhur yang sangat berharga, yaitu Indonesia. Kita ditugaskan untuk menjaga kedaulatan NKRI dan tugas generasi sekarang ini tidak mudah, lebih berat dikarena lawannya adalah masyarakatnya sendiri, maka dari itu kita  harus berpikir global tapi tetap menjaga kearifan lokal.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.