Daftar Film Tentang Jurnalistik, Dari Wartawan Investigasi Sampai Fotografer Perang

film tentang jurnalistik

Kehidupan wartawan kerap kali tidak kalah dramatis dari “drama” yang jadi objek liputannya. Kehidupan mereka penuh keceriaan, tantangan, tapi juga kerap berhias tragedi. Sembilan film tentang jurnalistik berikut ini membuktikan hal itu.

Film-film tentang jurnalistik lazimnya menampilkan konflik yang dialami wartawan berkaitan dengan pekerjaannya. Mereka dihadapkan pada situasi sulit, pilihan antara patuh pada prinsip profesional atau memilih mengikuti pilihan hatinya.

Berikut beberapa film tentang jurnalistik keren yang, langsung maupun tidak, mengulas kehidupan jurnalis, cara kerja jurnalistik, atau ideologi jurnalisme. Beberapa film diangkat dari kisah nyata, lainnya fiksi semata-mata.

1. Shuttered Glass

Wartawan muda New Republic Stpehen Glass amat menikmati kariernya. Untuk ukuran wartawan muda, ia cukup menonjol. Beberapa liputannya naik cetak di halaman utama dan mendapat pujian dari pembaca.

Konflik muncul ketika pemimpin redaksi Republic, atasannya Glass, ganti. Pimred yang baru mencurigai laporan Glass fiktif. Padahal dalam penulisan berita, semua harus berdasarkan fakta. Kecurigaan itu terbukti.

Setelah dilakukan investigasi, laporan Glass tentang anak muda partai Republik yang pesta miras di sebuah hotel ternyata imajiner. Selain liputan itu, ada belasan liputan Glass lain yang fiktif.

Perbuatan Glass tentu saja bikin New Republic malu. Mereka segera meminta maaf secara terbuka atas kesalahan itu. Glass dipecat dan menekuni profesi yang tampaknya sesuai dengan bakatnya: novelis.

2. Truth

Jelang pemilihan Presiden Amerika, stasiun TV CBS yang memproduksi acara 60 Minutes berencana menurunkan liputan khusus.  Ini liputan penting sekaligus sensitif, yaitu tentang masa lalu George W Bush, calon Presiden dari Partai Republik, yang konon pernah meninggalkan tugas militernya ketika masih berdinas. Karena dia anak presiden, ia juga dikabarkan mendapatkan perlakuan istimewa selama di akademi.

Tim liputan ini dipimpin oleh Mary Mapes dibantu tiga orang yang ia rekrut. Dari kota ke kota, Mapes dan timnya melakukan wawancara dan mengambil data. Ketika semua data dirasa cukup, hasil liputan Mapes tayang dan mendapat pujian publik.

Tapi serangan dari Partai Republik segera mereka terima. Mulai dari rundungan di internet sampai gugatan hukum dilancarkan Republik. Karena Bush akhirnya menang pemilu, CBS lebih memilih berhati-hati dan cenderung berpihak kepada Bush daripada membela Mapes, karyawannya sendiri. Perempuan yang jadi tulang punggung keluarga ini akhirnya dipecat meski tim yang menyelidiknya tidak pernah bisa buktikan bahwa hasil liputannya salah.

3. Spotlight

Sebuah tim kecil di The Boston Globe melakukan liputan invetsigasi terhadap praktik pelecehan seksual yang dilakukan di gereja. Awalnya tim ini mendapat banyak kesulitan. Narasumber bungkam karena isu ini berkaitan dengan hal yang sangat sensitif.

Tapi tim yang diberi nama Spotlight ini tak menyerah. Mereka terus menggali data, memanfaatkan jaringan lama yang mereka miliki.

Ketika narasumber mulai buka mulut, mereka terkejut karena pelecehan seksual ini terjadi secara massif. Puluhan orang terlibat dengan korban yang mencapai ratusan. Bahkan, Spotlight mengungkap praktik pelecehan seksual ini diketahui oleh pimpinan gereja sendiri.

Liputan investigasi The Boston Globe segera menghadirkan kehebohan. Kejahatan seksual yang sudah berlangsung puluhan tahun terbongkar. Kondisi ini memaksa gereja melakukan pembersihan.

4. The Bang Bang Club

Empat fotografer muda gila melakukan peliputan di sebuah daerah konflik di Afrika. Sebagai fotografer, mereka harus dekat dengan objek fotonya, sehingga kerap harus terjebak dalam kondisi perang. Tapi mereka, tampaknya, justru menikmati itu.

Mereka jadi legenda berkat keberanian dan karya fotonya yang berhasil mengabarkan kekacuan di Afrika kepada dunia.

5. All President Man

Dua jurnalis The Washington Post, Bob Woodwart dan Carl Bernstein, melakukan liputan mendalam tentang tertangkapnya sejumlah penyusup ke kantor Partai Demokrat.  Awalnya publik mengira itu kasus pencurian biasa. Tapi semua segera berubah ketika diketahui salah satu pelakunya adalah pensiunan CIA.

Data yang dikumpulkan Woodwart menunjukan ada keterlibatan pemerintahan Richard Nixon, termasuk Penasehat Khusus Presiden dan beberapa pejabat penting lainnya. Woodwart meninyalir, adanya campur tangan Gedung Putih dalam menyiasati pencurian dan juga penyadapan di markas Partai Nasional Demokrat.

Dugaan itu terbukti. Penyuspan lima orang di Kantor Partai Demokrat ternyata dirancang oleh Partai Republik untuk menyabotase kampanye Partai Demokrat. Liputan ini berhasil menguak kedok Presiden Nixon dan membuatnya harus turun dari tahta kepresidenan.

6. True Story

Wartawan New York Times Michael Finkel terkejut ketika meneirma kabar bahwa di Oregon ada seorang penjahat yang menggunakan namanya. Penasaran, dia pergi ke Oregon dan bertemu dengan orang bersangkutan, yang kemudian diketahui bernama Christian Longo.

Longo adalah psikopat. Dia sedang menghadapi dakwaan yang sangat serius di pengadilan. Dia didakwa membunuh istri dan tiga anaknya, lalu pergi liburan ke Amerika Selatan.

Longo adalah pembaca karya-karya jurnalistik Finkel. Dia sengaja menggunakan nama Finkel untuk menarik perhatiannya. Longo memanfaatkan Finkel, membohonginya, agar ia bisa memainkan isu bahwa dirinya tidak bersalah. Finkel sempat termakan omongan Longo.

Tapi bukti-bukti persidangan membuktikan bahwa Longo memang pembunuh istri dan anak-anaknya. Finkel sadar dirinya telah dimanfaatkan.

7. Killing The Mesanger

Jurnalis Garry Web melakukan liputan investigasi tentang keterlibatan CIA dalam bisnis kokain untuk membiayai pemberontakan di Nikaragua.  Dengan keterampilan dan ketekunan yang mumpuni, Webb berhasil mengungkap itu dan memberitakannya di media.

Terang saja laporan itu membuat gegera publik Amerika. Sejak saat itu Webb menerima banyak ancaman baik dari media berita pesaingnya maupun dari CIA. CIA kesal tapi tetap tidak bisa membungkam idealisme Webb.

Kill The Messanger adalah salah satu film tentang jurnalistik terbaik. Tidak hanya cerita yang digarap dengan baik, tetapi juga diperankan oleh aktor yang actingnya mumpuni. Intrik dan ketegangan dalam proses investigasi membuat film ini jadi film tentang jurnalistik ini.

8. Never Been Kissed

Dibandingkan film-film di atas, Never Been Kissed tidak cukup layak masuk daftar film tentang jurnalistik ini. Tapi karena film ini dibintangi Drew Barrymore, penulis tak kuasa untuk mengeluarkan judul film ini dari daftar. Isinya? Tak menarik. Lucu-lucuan saja. (Foto: entertainmentwallpaper.com)

Rahmat Petuguran
Pemimpin Redaksi PORTALSEMARANG.COM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.