EFIL: Cara Belajar Peduli Lingkungan yang Menyenangkan

Environmental Fun Learning (EFIL) atau metode pembelajaran cinta lingkungan untuk anak-anak yang asik dan menyenangkan merupakan salah satu PKM bidang Pengabdian Masyarakat dari Teknik Lingkungan Undip yang lolos didanai DIKTI tahun 2014 dan dilaksanakan April-Juni 2015 di SDN 1 Pasigitan, Kendal.

Dalam pelaksanaannya, EFIL menitiberatkan pada penanaman 3C yakni Concious (Kesadaran), Care (Peduli), dan Creative (Kreativitas) melalui 5 topik atau bahasan utama yaitu, Cinta Tanaman, Manajemen Sampah, Hemat Air, Hemat Listrik, dan PHBS.

Environmental Fun Learning (EFIL)  terbagi menjadi 3 bentuk kegiatan utama yaitu, Enviro Academy,Enviro Comic, dan Creation Day. Enviro Academy merupakan penyampaian materi secara teori maupun praktik yang kreatif seperti lewat film, video, lagu, dan game seperti Enviro Card Game dan Enviro Puzzle Game.

Melalui Enviro Academy, diharapkan anak-anak mampu memahami secara teori  dan mempraktikan secara sederhana sikap-sikap cinta lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Enviro Comic merupakan penyampaian materi dengan komik ataupun rambu-rambu lingkungan dengan mengangkat tokoh-tokoh animasi rekaan “Enviroman”.

Melalui Enviro Comic, diharapkan anak-anak mampu meneladani tokoh-tokoh Enviroman yang peduli terhadap lingkungan. Sedangkan Creation Day merupakan puncak kegiatan yang akan diisi dengan berbagai kegiatan dan kompetisi kreatif sebagai tindak lanjut materi yang sudah disampaikan melalui Enviro Academy maupun Enviro Comic.

Parameter keberhasilan yang digunakan dalam pelaksanaan EFIL dibagi menjadi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penilaian aspek kognitif dilakukan melalui Pre-test dan Post-test di setiap pertemuan. Sementara aspek afektif dan psikomotorik, dinilai melalui pengamatan setiap kegiatan berlangsung, pengamatan harian oleh guru kelas, dan penggunaan buku harian Enviroman.

Buku harian Enviroman berupa catatan kegiatan peneladanan karakter tokoh-tokoh rekaan Enviroman yang dilakukan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Buku harian ini menjadi alat monitoring seberapa jauh siswa menerapkan ilmu tentang pengelolaan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari sesuai karakter tokoh idola yang dipilihnya.

Melalui ide atau konsep pengajaran yang sederhana, kreatif, sekaligus menyenangkan inilah, EFIL diharapkan mampu menjadi inovasi atau terobosan segar bagi pendidikan cinta lingkungan untuk anak-anak di Indonesia yang selama ini masih cenderung monoton dan kurang menarik. Ya, semoga saja EFIL mampu menjadi salah cara mencetak generasi-generasi hijau yang mencintadan melestarikan bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.