Dukung Gerakan Literasi, USAID Priortas Hibahkan Buku kepada LPTK dan Sekolah

USAID PRIORITAS mendukung gerakan literasi di lingkungan LPTK. Dukungan tersebut salah satunya diberikan melalui pelatihan dan hibah buku kepada Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang (UIN WS) serta kepada 6 SD dan 7 MI mitra mereka. Hal tersebut mengemuka dalam pelatihan Modul III USAID PRIORITAS untuk jenjang SD/MI di hotel MGSetos Semarang, Sabtu-Minggu (5-7/3).

Secara simbolis hibah buku tersebut diberikan oleh Rektor UIN Walisongo Prof Muhibbin kepada MI mitra UIN Walisongo dan oleh Prof. YL Sukestiyarno kepada mitra Unnes. “Setiap lembaga mendapatkan 600 buku bacaan berjenjang dan 6 buku besar, buku room to read, dan buku membaca bergambar dari yayasan literasi anak indonesia yang di fasilitasi oleh USAID PRIORITAS,” jelas Koordinator USAID PRIORITAS Jawa Tengah Dr Nurkolis MM , Minggu (6/3).

Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Unnes Prof YL Sukestiyarno memberikan apresiasi kepada program USAID PRIORITAS. Beliau juga secara simbolis menerima satu paket buku tersebut dari Prof Muchlas Samani konsultan dan perwakilan dari USAID PRIORITAS. Prof Sukes mengingatkan betapa pentingnya literasi diberikan kepada siswa mulai jenjang yang paling dasar.

Beliau menjelaskan bahwa buku bacaan berjenjang memang sangat sesuai untuk siswa kelas awal. Karena sampai sejauh ini belum ada penerbit yang dengan sengaja menjual buku dengan konten yang dengan sengaja di desain untuk mengajarkan membaca dengan jenjang sesuai kemampuan siswa. bukan sesuai jenjang kelas.

“Bila siswa sedari kecil sudah diajarkan membaca dengan baik. Baik itu kemampuan dalam membaca lancar, memahami dan bisa menebak isinya dengan baik. Hal tersebut akan menunjang penguasaan materi pada jenjang selanjutnya,” terang Prof Sukes. Begitu pentingnya kemampuan ini dikuasai oleh siswa, Unnes mengajarkannya kepada mahasiswa juga mahasiswa calon guru. Bila USAID PRIORITAS mendukung hal tersebut dengan cara melengkapi dengan buku dan caranya maka hal tersebut akan sangat membantu sekali, syukur Sukes melanjutkan.

Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Muhibbin, menyampaikan dukungannya kepada USAID PRIORITAS dengan membelajarkan literasi di MI sejak awal. Beliau menyampaikan pentingnya belajar bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Karena bahasa Indonesia merupakan penghela pelajaran yang lainnya. USAID PRIORITAS melihat hal tersebut, sehingga selain yang dilatihkan dengan buku bacaan berjenjang di kelas awal, mereka juga melatihkan kelas tinggi atau mapel di akhir pembelajaran membuat sebuah laporan dan tulisan serta karya yang memiliki basis literasi dan ilmiah.

“Membaca itu penting, menulis juga penting. Apalagi mampu merefleksikan apa yang sudah dibaca dan dilakukannya dalam pembelajaran atau sehari-hari dengan bahasa ilmiah. Banyak orang yang kesulitan menulis karena kemampuan membaca mereka kurang maksimal. Baik dalam tanda baca, pelafalan, merangkum atau memahami bacaan. Target akhirnya adalah siswa mampu mengembangkan apa yang dibaca dan dilakukan dalam pembelajaran. Itulah yang disebut sebagai kemapuan literasi,” papar Muhibbin.

USAID PRIORITAS melatih dan memberikan hibah buku kepada sekolah lab dan mitra Unnes dan UIN Walisongo yaitu SDN Kalibanteng Kidul 1, SDN Ngaliyan 1, SDN Ngaliyan 3, SDN Sekaran 1, SDN Tambakaji 4, SDN beringin 02, SD lab School Unnes, MI Sumurejo, MI Darul Ulum, MI Miftahul Akhlaqiyah, MI Nurul Islam, MI Miftakhus Sibyan, dan MI Walisongo.

Sekolah tersebut dilatih untuk menguatkan kemampuan literasi di sekolah dan madrasah. Tujuan utama dari sekolah tersebut dilatih adalah agar sekolah tersebut menjadi sekolah berbasis literasi yang dapat digunakan oleh mahasiswa praktik pengalaman lapangan (PPL) untuk mengajar. Universitas tersebut dari tahun 2013 telah didampingi oleh USAID PRIORITAS untuk mengembangkan pembelajaran dan perkuliahan aktif. Pada tahun 2016 USAID PRIORITAS menguatkan kemampuan literasi. Hal yang dilakukan adalah melatih dosen dan mahasiswa untuk menggunakan materi dan modul yang berbasis literasi.

Modul tersebut dikembangkan oleh USAID PRIORITAS bersama dengan dosen dari universitas mitra. Untuk mendukung implementasi dari modul tersebut secara menyelutuh, maka sekolah tempat mahasiswa melakukan PPL juga dilatih untuk menerapkan modul berbasis literasi yang telah di buat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.