DRAMA MENJADI PENUTUP YANG MENARIK

Jakarta-Pertunjukkan mahasiswa IKJ menjadi penutup yang menarik dan paling ditunggu-tunggu. Dua pekan yang lalu, tepatnya hari Rabu (17/9) mahasiswa Unnes peserta KKL angkatan 2012, menyaksikan pertunjukkan drama yang mampu mengobati rasa lelah mereka. Setelah seharian mereka mengikuti kegiatan di Lab School dan beberapa stasiun TV ternama, akhirnya lelah mereka terobati juga.

Kurang lebih pukul setangah enam sore, bus yang mereka tumpangi tiba di Taman Ismail Marzuki yang terletak berdekatan dengan IKJ. Beberapa anak terlihat antusias. Banyak yang mengabadikan moment kebersamaan mereka dengan berfoto-foto. Juga tidak sedikit yang melepas lelah sambil menikmati bakso. Tepat pukul delapan, rombongan KKL Unnes berjalan bersama-sama menuju IKJ.

Di depan gedung Pertunjukkan Drama dan Teater, peserta KKL Unnes sudah disambut oleh beberapa mahasiswa IKJ yang menggunakan kostum manusia planet. Bahkan, property pesawat UFO juga mereka hadirkan di samping gedung. Sambil menunggu persiapan, peserta KKL dihibur oleh aksi kocak mereka, lewat percakapan singkat yang hangat. Sebagai tuan rumah, mahasiswa IKJ mengenalkan kampus mereka yang nyetrik, penuh sentuhan seni. Beberapa lukisan dipajang di galeri IKJ seolah-olah sedang mengadakan pameran.

Setelah panggung siap dengan segala property guna mendukung pertunjukkan yang akan mereka tampilkan, Peserta KKL dipersilahkan masuk ke dalam gedung pertunjukkan. Tidak menunggu waktu lama, seorang gadis cantik yang memakai rok hitam, berdiri di atas panggung sebagai moderator. Pertunjukkan baru dimulai, setelah ketua jurusan dan dosen perwakilan dari Unnes memberikan sambutan.

Pertunjukkan drama berjudul Tikungan Maut, disuguhkan oleh mahasiswa semester tiga. Ada sekitar tiga orang yang memaikan drama tersebut. Drama yang menceritakan tentang sepasang saudara yang berbeda pemikiran, saling bertukar argumentasi mengenai jalan menikung, yang bisa membuat celaka banyak orang. Angin yang bertiup bisa saja membuat kendaraan yang melalui tikungan itu jatuh ke dalam jurang.

Peserta KKL terlihat menikmati tiap adegan yang dimainkan. Meskipun beberapa diantara mereka sudah lelah menahan kantuk. Juga ada yang tidak sungkan-sungkan memejamkan mata mereka, sambil bersandar di bahu teman sebelahnya, tetapi banyak pula di antara mereka yang duduk memperhatikan pertunjukkan. Mereka menikmati tiap karakter yang ditunjukkan oleh pemain dengan lincah dan professional.

Tidak hanya itu, setelah pertunjukkan drama selesai, mereka masih dikejutkan dengan hadirnya artis ternama, Epi Kusnandar, yang merupakan mantan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta. Epi, dengan leluasanya mengajak peserta KKL untuk saling berdiskusi mengenai pertunjukkan yang sudah disajikan. Mempersilakan beberapa anak untuk mengajukkan pertanyaan seputar dunia seni peran yang sudah lama digelutinya.

Epi sempat memberikan wejangan kepada semua peserta; bahwa yang dibutuhkan dari seni peran adalah kejujuran. “Jujur. Yang terpenting adalah jujur. Jangan berbohong, buat penonton bisa menikmati apa yang kita suguhkan.” Begitu tutur Epi dengan gayanya bicaranya yang asik. Dia bahkan tidak sungkan berdiri di atas panggung memberikan contoh berperan yang baik, sebagaimana mestinya.

Sekitar pukul sepuluh malam, acara di IKJ berakhir sudah. Setelah dosen perwakilan saling memberikan kenang-kenangan, peserta KKL kembali ke dalam bus, untuk pulang ke penginapan. Beberapa di antara mereka keluar gedung sambil tertawa-tawa. Beberapa terlihat cerah penuh semangat, namun ada pula yang lesu, membutuhkan istirahat. Pukul sepuluh lebih seperempat, akhirnya bus yang mereka tumpangi meninggalkan Taman Ismail Marzuki. Membawa serta rasa bahagia peserta, setelah menyaksikan pertunjukkan drama.  Rahmy Madina (2101412013)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.