Dosen Unnes Dampingi UMKM Kerajinan Eceng Gondok Menulis Konten

Banyak tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) terutama dengan produk lokal berbasis kerajinan tangan seperti kerajinan eceng gondok.

Banyak pelaku usaha sejenis dari berbagai skala sehingga pelaku UMKM daerah perlu strategi untuk dapat survive di tengah persaingan bisnis dan mendapatkan pasar guna menjamin fisibilitas usaha. D

alam diskusi terbuka, dosen Universitas Negeri Semarang mengatakan ada beberapa hal yang harus diketahui pelaku UMKM agar bisnis bisa bertahan di tengah persaingan.

Pemasaran: Peran dan Tantangan

Banyak usaha kecil mengalami jatuh bangun karena komunikasi. Komunikasi menjadi kunci penting untuk menjadi penghubung antara pelaku usaha dengan target konsumen. Dalam sebuah bisnis, komunikasi diimplementasikan pada banyak hal seperti presentasi bisnis ataupun pemasaran untuk menjangkau target market.

Dalam diskusi terbuka Thohiriyah, M.Hum, Christianti Tri Hapsari, M.Pd., dan Dr. Rahayu Puji Haryanti, M.Hum yang menjadi tim pendamping UMKM Bengok Craft menyatakan bahwa pemasaran memegang peranan penting bagi keberlangsungan suatu usaha. Pemasaran dilakukan dengan promosi guna mempengaruhi konsumen dalam membeli suatu produk.

Era digital saat ini berdampak pada segi pemasaran. Pemasaran yang dulu hanya dilakukan dengan metode konvensional, saat ini telah mengalami banyak perkembangan. Perkembangan tersebut berbanding lurus dengan tantangan di dalam pemasaran. Tantangan paling utama adalah Bahasa dan media.

Bahasa menjadi kunci penting dalam strategi pemasaran. Tanpa Bahasa yang komunikatif dan atraktif, mustahil konsumen tertarik pada suatu produk. Di sisi lain, daya tarik juga diciptakan melalui media terutama media visual.

Kebanyakan pelaku UMKM memiliki kendala dalam menyajikan konten pemasaran terutama Bahasa yang digunakan banyak yang kurang atraktif dan persuasif.

“Kami melihat UMKM Bengok Craft memiliki potensi besar untuk berkembang. Saat ini UMKM Bengok Craft telah mampu membantu perekonomian warga sekitar Desa Kesongo, Tuntang, Kabupaten Semarang karena dalam menjalankan usahanya melibatkan warga sekitar sebagai nelayan pencari eceng gondok di sekitar rawa pening yang berbatasan langsung dengan desa Kesongo”.

Konten Kreatif untuk Iklan

Untuk menarik minat konsumen dibutuhkan strategi pemasaran yang menarik terutama dari segi konten media iklan yang digunakan sebagai strategi marketing. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat di UMKM Bengok Craft di Tuntang pada 23 – 30 September 2020, tim dosen pengabdi telah melakukan pendampingan penulisan konten kreatif berbasis stori.

Dalam kegiatan pengabdian, tim dosen pengabdi dari FBS, UNNES, telah memberi pelatihan selama lima pertemuan yang dilakukan secara luring dan daring. Kegiatan luring dilakukan dua kali yakni pada awal dan akhir pertemuan yakni pada tanggal 23 dan 30 Agustus 2020 di UMKM Bengok Craft, Tuntang, Kabupaten Semarang sedangkan tiga pertemuan lainnya dilakukan secara daring menggunakan perangkat multiplatform messaging pada 27-29 Agustus 2020.

Tidak dipungkiri, bentuk iklan pemasaran produk saat ini berkembang pesat bahkan banyak dikemas secara sinematik dengan menawarkan stori yang tidak terduga. Siapa sangka cerita nenek hilang ingatan yang selalu mencari suaminya yang ternyata telah tiada adalah iklan sebuah pusat perbelanjaan?

Narasi memiliki kekuatan untuk menciptakan kesan pada masyarakat. Selama program pengabdian, peserta dilatih untuk memahami struktur narasi, membuat story line, dan menulis draft stori untuk promosi produk Bengok Craft.

“Walaupun banyak dari peserta yang belum memahami kepenulisan iklan, kami optimis mereka mampu melakukannya. Menulis bukan hal mudah, tapi pendampingan yang kontinyu akan mampu membantu tim pemasaran UMKM Bengok Craft untuk mempromosikan produknya dengan baik dan menarik”, tutur tim pengabdi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.