Diskusi Buku “Orde Media” Bersama Remotivi dan BP2M Unnes

Peran media belakangan ini lebih dari sekadar penting. Dalam kehidupan masyarakat, media bahkan kerap berlagak seperti penguasa: arogan, bahkan dominan.

“Kaum oligarki melalui industri media berkuasa mermususkan percakapan ratusan juta warga ngara Indonesia. Media mengatur apa yang seharusnya dibicarakan dan apa yang dihindari untuk dibicarakan,” demikian Direktur Remotivi Roy Thaniago menulis dalam pengantar buku Orde Media.

Agar tak larut menjadi jamaah media – yang pemikiran, keputusan, dan tindakannya dikendalikan media – masyarakat perlu tahu bagaimana oligarki media beroperasi. Relasi kuasa antara pengusaha media, wartawan, dan pembacanya perlu dibaca secara kritis.

Untuk mendiskusikan itu, Sekaran Digital Meeting (SDM) bersama Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BP2M) Unnes dan Remotivi akan menggelar diskusi buku Orde Media: Kajian Televisi dan Media di Indonesia Pasca Orde Baru.

Buku ini merupakan kumpulan tulisan, analisis dan hasil riset yang telah dipublikasikan Remotivi sejak beberapa tahun silam. Topik tulisan dalam buku terentang luas: dari praktik produksi, struktur, hingga urusan pragmatik (akibat pada penonton).

Diskusi akan diadakan pada Senin sore, sekitar pukul 15.00 WIB di halaman depan Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unnes, Sekaran, Gunungpati.

Editor buku ini, Wahyu Prasetya Utomo, dan kritikus media Zainal Arifin ZA akan hadir menjadi pemantik diskusi ini.

Jika Anda tertarik untuk mengikuti diskusi ini, silakan hadir. Selain gartis, panitia menyediakan takjil bagi Anda – meski dengan menu yang amat sederhana.

poster orde media

1 Comment

  1. Pingback: Orde Media: Kajian Televisi dan Media di Indonesia Pasca-Orde Baru | insistpress

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.