Destinasi Wisata Kebumen Ditutup, Pengelola Merugi

Kebumen – Pasca dikeluarkannya surat edaran untuk menutup sementara semua destinasi wisata di Kabupaten Kebumen, Kamis (19/03/2020), dengan tujuan memutuskan rantai penyebaran virus Covid-19, pengelola objek wisata mengalami kerugian besar.

Sejumlah wisata unggulan di Kabupaten Kebumen, seperti Pantai Menganti, Goa Jatijajar, Benteng Van Der Wijk, dan Bukit Pentulu Indah yang biasanya pasca lebaran padat dikunjungi wisatawan, sekarang seperti tempat yang sepi tidak berpenghuni dan tidak terawat oleh pengelolanya.

“Kami mengalami banyak kerugian sejak kebijakan penutupan sementara wisata di Kabupaten Kebumen, dari pendapatan menurun drastis sehingga perawatan wisata jadi tidak maksimal karena tidak ada dana lagi. Pengelola dan pekerja terdampak perekonomian dan psikologisnya,” ujar Kurniawan sebagai salah satu pengelola wisata Bukit Pentulu Indah, Minggu (07/06/2020).

Bukit Pentulu Indah dengan keindahan alam saat sunrise sangat menarik wisatawan lokal berkunjung pasca liburan. Hal ini menjadi sumber pendapatan pengelola dan warga sekitar. Pada lebaran tahun ini banyak kalangan yang kehilangan pendapatan, karena tutupnya berbagai destinasi wisata.

“Tahun lalu bisa mencapai 4.150 orang, terhitung sejak sembilan hari setelah lebaran,” ujarnya.

Objek wisata di Kabupaten Kebumen, memang banyak yang dikategorikan kedalam desa wisata. Artinya, objek wisata tersebut dikelola oleh masyarakat yang ada disekitarnya. Setiap tahun diadakan pagelaran budaya yang mengangkat tradisi & budaya lokal yang dinamakan “Festival Luk Ulo”. Pagelaran ini diselenggarakan di destinasi wisata yang berbeda tiap tahunnya.

Hal ini yang membuat berbeda di tahun 2020. Pagelaran budaya yang ramai dengan antusias pengunjung tiap tahunnya, pada tahun ini terpaksa ditunda penyelenggaraanya.

“Saat ini kami dari pengelola belum bisa berbuat apa-apa dan pasrah menunggu info dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) Kabupaten Kebumen yang dalam waktu dekat ini sedang menyiapkan protokol khusus pada saat wisata dibuka dalam kondisi new normal nanti,” ungkapnya.

Pengelola meminta Disporawisata Kabupaten Kebumen segera merealisasikan kebijakan pembukaan tersebut, agar para pengelola maupun pekerja kembali mendapat pekerjaan dan tidak mengalami kerugian yang lebih berkepanjangan lagi.

 

[Farhan Prihatmaji]

Berita ini merupakan hasil latihan mahasiswa peserta mata kuliah Jurnalistik dari jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.