Delapan Fakta Menarik Tentang Calon Bupati Kendal Widya Kandi Susanti

Sosok Widya Kandi Susanti tentu akrab di telinga warga Kabupaten Kendal. Perempuan ini telah memimpin kabupaten itu selama lima tahun terakhir. Sebelum itu, ia pernah berkarier sebagai anggota DPRD Kabupaten Kendal.

Berpasangan dengan Hilmi Dimyati Rois, ia akan kembali mencalonkan diri dalam Pilkada serentak 9 Desember 2015. Ia bersaing dengan Mirna dan Masrur Syukur.

Sebagai pribadi maupun kandidat, Widya Kandi memiliki sisi menarik yang belum diketahui banyak orang. Inilah 10 fakta tentang Widya Kandi Susanti.

1. Ingin Kunjungi 284 Desa di Kendal

Tidak lama setelah dilantik menjadi Bupati Kendal, Widya Kandi mengungkapkan keinginannya untuk menjelajah 284 desa di wilayahnya. Langkah itu, menurutnya, perlu dilakukan agar ia bisa menyerap aspirasi masyarakat.

“Insya Allah. Semua sudah saya programkan. Saya harus membaur dengan rakyat, agar rakyat mengenal pemimpinnya, sekaligus saya bisa menyerap aspirasi yang ada di masyarakat,” katanya mantap saat ditemui Harian Semarang di suatu pagi.

2. Pensiun Politik, Ingin Mengajar

Kepada keluarga besar Uiversitas Semarang (USM) Bupati Widya Kandi Susanti mengungkapkan keinginannya untuk menjadi dosen setelah pensiun dari karier politiknya. Tidak tanggung-tanggung, ia bahkan ingin menjadi profesor.

Secara pendidikan, Widya Kandi memang memenuhi syarat. Ia memiliki gelas master dalam bidang manajemen.

 3. Tolak Tutup Lokalisasi, “PSK Pahlwaan Keluarga”

Widya Kandi Susanti menolak menutup lokalisasi karena khawatir akan menimbulkan masalah baru. menurutnya, menutup lokalisasi adalah hal yang mudah. Pihaknya hanya perlu persetujuan DPRDdan berkoordinasi dengan Satpol PP. Namun ia khawatir, para PSK akan menjajakan diri di jalanan.

“Bisa saja menutup tempat pelacuran, tapi PSK-nya harus diberi pekerjaan dulu,” tegas WIdya sebagimana dilansir Kompas.

4. Lukisan Karyanya Laku Rp10 Juta

Bupati Kendal Widya Kandi Susanti memiliki bakat terpendam, melukis. Sebuah lukisan bunga karyanya terjual dengan harga Rp 10 juta dalam sebuah pameran yang digelar di eks gedung bioskop Boja, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (8/9/2011).

Pembeli lukisan yang dibuat hanya dalam waktu 1 jam itu dibeli seorang pengusaha asal Semarang dalam pameran lukisan bertajuk “Geliat Manikam” yang digelar pada 6 hingga 10 September 2011.

Saat membuka pameran lukisan, Widya sempat melukis bunga pada selembar kanvas berukuran 50×50 cm yang disiapkan panitia. “Lukisan dibeli oleh pengusaha asal Semarang yang tidak mau disebut namanya,” kata Budiyono kepada Kompas.

5. Anjurkan Agar Tidak Lama-lama Pacaran

Saat mengisi sesi pembekalan peserta wisuda (11/4) di Unissula, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti menganjurkan wisudawan untuk jangan berlama-lama pacaran. “Ngapain lama lama pacaran hanya bikin dosa” demikian ungkap Bupati.

Widya yang merupakan alumni  Fakultas Kedokteran Unissula angkatan 1983 tersebut juga mengingatkan para calon wisudawan agar mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi masa masa sulit pasca wisuda

6. Pernah Protes Rumah Dinas Jadi Jamban

Bupati Kendal, Jawa Tengah, Widya Kandi Susanti mengeluh karena sungai di depan rumah dinasnya sering dijadikan “WC” umum. Padahal, rumah dinasnya tersebut terletak di Jalan Raya Pemuda Pantura Kendal, yang dipenuhi arus lalu lintas.

Widya mengaku malu. “Hampir setiap pagi saya melihat ada orang yang membuang hajat di sungai di depan rumah dinas saya. Saya jadi risi,” kata Widya sebagaimana dilansir Kompas.

 7. Angkat Warga Miskin Menjadi Staf Rumah Tangga

Bupati Kendal Widya Kandi Susanti tampaknya terharu dengan kisah Raeni, anak tukang becak yang menjadiwisudawan terbaik di sebuah perguruan tinggi negeri.Tidak lama setelah mendengar kabar mengenai Raeni, Widya Kandi menghubungi ayah Raeni, Mugiono, agar bekerja  sebagai staf rumah tangga.

Cara itu dilakukan Widya Kandi agar Mugiyono memperoleh tambahan penghasilan, selain pekerjaannya sebagai tukang becak.

“Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih Raeni. Untuk itu, saya memberikan penghargaan secara pribadi berupa sejumlah uang untuk membantu Raeni melanjutkan kuliah magister dengan beasiswa di London-Inggris,” ujar Widya Kandi Susanti seperti pernah diberikana Sindonews.

8. Mengaku Pernah Diisukan Hamil

Saat membuka lomba RPP antarguru, Bupati Widya Kandi Susanti mengaku bahwa dirinya pernah diisukan hamil danmengugurkan kandungan.

Menurut Widya, apapun yang bernama isu, pasti akan hanya sebentar, kemudian akan hilang dengan sendirinya. Apalagi, tak lama lagi akan digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada).

“Ketika badan saya gemuk, saya diisukan hamil. Tapi ketika saya kurus, ada yang mengisukan, kalau saya habis menggugurkan kandungan. La kok bisa-bisanya, ya. Saya kan ngantor terus,” kata Widya seperti dilansir Kompas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.