Dapatkah Teknologi Menggantikan Peran Guru?

Oleh Diah Wahyu Annisa

Pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 memberikan dampak yang besar pada proses pembelajaran antara siswa dengan guru, berbagai dampak positif dan negatif yang diakibatkannya menjadi pertanyaan apakah teknologi dapat menggantikan peran guru?

Pandemi virus covid-19 menyebabkan dampak yang besar pada kehidupan manusia, tak terkecuali pada sistem pendidikan di Indonesia. Hal ini mengharuskan pemerintah membuat kebijakan untuk meliburkan sekolah dan diganti dengan pembelajaran daring. Dilansir dari detik.com (18/03/2020), pemerintah telah membuat kebijakan tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran virus covid-19. Sehingga baik guru maupun siswa melakukan pembelajaran dari rumah sebagai upaya pencegahan penularan virus covid-19.

Pembelajaran daring dipilih sebagai upaya efektif karena mengurangi resiko kontak fisik antar individu. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju dan berkembang memungkinkan pembelajaran dilakukan secara jarak jauh. Efektifitas teknologi dalam pembelajaran sistem daring menjadikan semua serba dapat dijangkau oleh siswa, pembelajaranpun dapat dilakukan secara mandiri dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Selain itu siswa juga dengan mudah mendapatkan materi pembelajaran melalui internet untuk dipelajari sendiri.

Lalu dapatkah teknologi menggantikan peran guru?

Teknologi diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia, namun dalam proses pembelajaran peran guru tetap sangat penting dan tidak dapat digantikan. Pembelajaran daring memang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, tetapi pada penerapannya memunculkan permasalahan dan mengalami berbagai hambatan seperti terkendala oleh jaringan, siswa yang sulit memahami materi karena tidak dijelaskan secara langsung oleh guru, kemudian peran guru yang belum tentu bisa digantikan oleh orangtua, dan kegiatan pembelajaran daring yang tidak sama efektifnya dengan pembelajaran tatap muka secara langsung antara guru dengan siswa. Dari berbagai hambatan pembelajaran daring tersebut dapat diketahui jika peran guru sangat penting dalam efektivitas dan tercapainya tujuan dari proses pembelajaran.

Dalam proses kegiatan pembelajaran guru memegang peranan yang sangat penting. Menurut UU RI Nomor 14 Tahun 2005, guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Artinya guru berperan sangat penting pada terlaksananya semua proses pembelajaran, guru juga berperan sebagai figur yang dapat ditiru dan harus dapat memotivasi siswanya, dan guru sebagai pencetak terwujudnya sumber daya manusia yang cerdas, unggul, terampil, dan berkarakter yang mampu bersaing di era global.

Peran guru yang sangat kompleks tersebut menyebabkan kemajuan teknologi yang semakin cepat dan berkembang tidak serta merta mampu menggantikan peran guru, teknologi bukanlah sebagai pengganti guru, tetapi sebagai sarana mempermudah proses pembelajaran dan penyampaian materi oleh guru kepada siswa. Guru juga berperan dalam kontrol dan pengawasan penggunaan teknologi oleh siswa, apalagi dengan kemajuan teknologi tanpa dibarengi karakter yang baik, disinilah peran utama guru dalam pembentukan karakter siswa, guru dituntut memberikan teladan dan nilai-nilai moral, ahlak dan budi pekerti yang baik kepada siswa. Hal ini semakin menegaskan peran guru sebagai pendidik karakter yang tidak bisa dilakukan oleh teknologi.

Kemudian bagaimana agar peran guru tidak tergantikan oleh teknologi?

Pendidikan merupakan faktor penting dalam memajukan pembangunan bangsa, guru sebagai salah satu penggerak utama pendidikan harus selalu diperhatikan. Perhatian terhadap guru dapat berupa pemenuhan kebutuhan guru, kesejahteraan guru, profesionalisme, pendidikan, dan pelatihan. Dalam menghadapi cepatnya kemajuan dan perkembangan teknologi, setiap guru diharapkan dapat didorong dan diberikan fasilitas untuk meningkatkan profesionalitas dan ikut serta dalam kegiatan pelatihan teknologi. Selain itu, diharapkan setiap guru mempunyai kesadaran dan tanggungjawab dalam upaya peningkatan profesionalisme dan integritas diri, sehingga mampu berkembang dan menguasai berbagai kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan pada saat ini maupun di masa yang akan datang.

Guru harus mampu memaknai eksistensi dirinya ditengah cepatnya kemajuan teknologi. Guru harus mampu menguasai keterampilan dalam menggunakan teknologi dan mampu memaksimalkan peran teknologi dalam proses pembelajaran agar tercapai suatu pembelajaran yang efektif, inovatif, dan mampu menumbuhkan kreativitas siswa. Jadi, dengan pelaksanaan pembelajaran daring yang berbasis pada teknologi tidak menjadikan guru kehilangan eksistensinya, justru seharusnya menjadi dorongan bagi guru untuk meningkatkan profesionalitas dan integritasnya.

 

[Diah Wahyu Annisa]
Artikel opini ini merupakan hasil latihan peserta Mata Kuliah Jurnalistik dari Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.