Cihuy, PSM Undip Juarai International Choir 2012

PADUAN Suara Mahasiswa (PSM) Undip menjuarai Xinhai Prize International Choir 2012 yang di selenggarakan di Guangzhou China (8-14/11). Mereka mendapatkan  satu Platinum dan dua emas. Platinum diperoleh pada kategori “Folklore”(lagu daerah) dan emas didapat pada kategori “mixed choir” dan kategori “Pop”.

Rektor Undip Sudharto P Hadi mengemukakan bahwa apa yang sudah dicapai oleh PSM Undip merupakan suatu kebanggaan karena kompetisi ini diikuti oleh berbagai perwakilan dari negara-negara lain, keikutsertaan PSM ini juga merupakan salah satu program Internasionalisasi undip.

“Dengan mengikuti ajang Internasional  maka disamping mahasiswa bisa aktualisasikan kemampuan mereka, mahasiswa juga dapat berinteraksi dengn mahasiswa dari negara lain sehingga bisa belajar dari
kebudayaan, semangat dan etos kerja mereka. dengan ini hendaknya pengalaman mahasiswa yang berpartisipasi dapat ditularkan kepada mahasiswa lain.” ujarnya

“Ketika mahasiswa mendapatkan penghargaan maka ini merupakan benchmarking bagi undip untuk mengetahui dimana posisi kita bila dibandingkan prestasi mahasiswa dari negara lain terutama kaitannya dengan paduan suara,” katanya

Prof.Darto mengemukakan bahwa Benchmarking bukan hanya akademik tapi juga seni dan budaya, saya memandang mahasiswaini bukan hanya sekelompok paduan suara saja melainkan sebagai duta budaya, karena lagu yang dibawakan juga folklore dari bali, makasar jadi juga merupakan duta budaya kita.

Pendamping TIM PSM Undip Nanik Trihastuti mengatakan bahwa sebagian besar peserta berasal dari sekolah konservatori musik

“Mereka berasal dari konservatori musik dari berbagai negara seperti Rusia,Swedia,Norwegia dan Filipina, Bermusik sendiri sudah menjadi makanan mereka sehari hari sehingga hal ini sedikit membebani kami yang tidak memiliki background pendidikan musik” ujarnya

“Namun Tim mampu menunjukkan bahwa dengan bekerja keras maka kita dapat meraih medali dalam kompetisi ini” ujarnya

“Kami membawakan empat lagu daerah yakni kicir-kicir dari Jakarta, Gundul-gundul pacul dari Jawa dan E Mambo Simbo dari Papua, semua lagu dikonduktori oleh Setyo Waltjono dan Luthfia Nurrochma” tandas Nanik.

“Selain berlomba kami juga mendapatkan kesempatan untuk konser dan juga closing ceremony yang diiringi oleh Guangzhou Orkestra  sebagai satu-satunya wakil dari asia, dan ini sangat membanggakan sekali. Pada malam terakhir kami juga mendapatkan kesempatan untuk konser di Malam Indonesia di Konjen di Hongkong” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.