Cara Baru Berdagang Saat Pandemi Virus

Semarang – Dalam kondisi pandemi ditambah kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) toko atau warung mengalami penurunan penjualan akibat sepinya pengunjung. Para pedagang harus memutar otak supaya dagangan tetap laku. Salah satunya dengan memanfaatkan sosial media.

Gunawan salah satu pedagang makanan yang berada di Semarang memilih menggunakan sosial media sebagai sarana mempromosikan dagangannya agar tetap laku dalam kondisi seperti ini.

“Kalau cara berjualan kita tidak diubah, bagaimana dagangan kita mau laku. Sekarang saja banyak orang yang lebih memilih untuk tetap di rumah, jadi kita inisiatif untuk mengubah cara berdagang agar orang tidak perlu datang ke toko,” ujar Gunawan (21/05/2020).

Beliau juga menjelaskan bagaimana cara kerja dagangannya mulai dari dipesan hingga barang sampai ke tangan pelanggan melalui sarana sosial media ini. Dengan cara ini banyak keuntungan yang bisa didapat seperti efisien, dan praktis sehingga pemesanan bisa dilakukan dari rumah saja.

“Awalnya saya memposting dagangan ke sosial media, bila sudah ada yang pesan nanti barangnya saya antarkan ke rumah pelanggan. Jadi pelanggan tidak usah datang ke toko,” kata Gunawan.

Gunawan juga mengatakan saat kondisi seperti ini omset menurun drastis. Biasanya saat kondisi normal bisa laku kurang lebih sampai 100 porsi. Tapi saat ini penjualan tidak sampai 50 porsi.

“Saat ini pemasukan juga berkurang, persediaan dagangan juga tidak sebanyak seperti kondisi normal. Saya masih bersyukur bisa mempertahankan pegawai saya, banyak di luar sana yang sampai memberhentikan pegawainya karena pemasukan yang berkurang drastis,” jelas Gunawan saat ditanya melalui sosial media facebook.

[Rafi Irfan Hanif]

Berita ini merupakan hasil latihan mahasiswa peserta mata kuliah Jurnalistik dari jurusan Kurikulum dan Tekonologi Pendidikan FIP UNNES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.