Cara Aldila Seimbangkan Urusan Kampus dan Personal

Aldila Dyas Nurfitri kini menjadi Ketua Departemen Infokom Hima Psikologi Unnes. Bukan hal baru bila Dila, begitu dia disapa, memimpin suatu organisasi.

Mahasiswi Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unnes tahun 2011 ini sudah menorehkan rekam jejak kepemimpinan sedari dirinya SMP. Catatan paling signifikan adalah ketika dia SMA. Dila adalah Ketua OSIS SMA Negeri 3 Semarang tahun 2008/2009.

Tugas-tugasnya sekarang sebagai ketua suatu organisasi tentu saja menyita waktunya. Itu belum ditambah jadwal kuliah dan kegiatan lain. Meskipun begitu, mahasiswi yang mengidolakan Nabi Muhammad SAW ini punya prinsip untuk selalu memprioritaskan aktivitas belajarnya di kampus. Maksudnya, urusan perkuliahan adalah urusan wajib didahulukan.

Singkatnya, Dila mampu memanajemen semua aktivitasnya dengan baik. Jiwa kepemimpinannya yang telah tumbuh sejak lama menjadi modal bagus dalam pengelolaan waktu tersebut.

Pengalamannya menjadi pemimpin suatu organisasi rupanya memunculkan gagasan dalam dirinya. Gagasan itu dia ambil sebagai renjana atau passion baru yang direalisasikan dalam kiprah penelitian.

Ya, Dila mengembangkan passion baru dalam penelitian. Yang jadi fokus penelitiannya tak jauh-jauh dari pengalamannya selama ini, yaitu soal leadership atau kepemimpinan.

Beberapa karya penelitiannya antara lain Model Kepemimpinan Servant Leadership pada Komunitas Marching Band Taruna Akademi Kepolisian (Dana Hibah Dikti untuk PKM, Penelitian Tahun 2014), Servant Leadership between Civil and Military Leader (Research on Humanities and Social Sciences Journal tahun 2015), dan Hubungan antara Servant Leadership dengan Leader-Member Exchange (LMX) di Universitas Negeri Semarang (skripsi, tahun 2015).

Selain itu, Dila juga sempat membantu kegiatan penelitian lain, seperti penelitian oleh Dr Edy Purwanto MSi tentang “Trisula Motivasi” (2014) dan penelitian oleh Muflikha Sabilla SPsi tentang “Kematangan Karier Mahasiswa Jurusan Psikologi Unnes (2012).

Dila memiliki cita-cita bahwa selesai kuliah S-1 di Unnes, dia ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya di Australia atau Selandia Baru. Tak pelak, sejak awal 2015 dia aktif mengumpulkan informasi tentang beasiswa pendidikan postgraduate dan mengasah kemampuan bahasa Inggris secara intensif.

“Menjadi mahasiswa prestatif bukan tujuan utama saya ketika berkuliah. Saya hanya ingin menjadi mahasiswa yang bermanfaat untuk orang lain. Jadi, punya prestasi menurut saya hanyalah bonus dari ikhtiar yang telah diupayakan,” ungkap runner-up Mahasiswi Berprestasi tingkat Fakultas Ilmu Pendidikan tahun 2014 ini. Farisqo Irvan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.