Bupati Kendal: Ngapain Lama-lama Pacaran?

BUPATI Kendal Widya Kandi Susanti mengingatkan wisudawan Unissula untuk tidak berlama-lama pacaran. Menurutnya, berlama-lama pacaran justru berpotensi menambah dose. “Ngapain lama lama pacaran hanya bikin dosa” katanya saat memberikan pembekalan peserta wisuda di Unissula.  Saat itu hadir 526 calon wisudawan.

Alumni Fakultas Kedokteran (FK) Unissula tahun 1983 itu banyak bercerita soal perjalan hidupnya, baik saat kuliah hingga akhirnya menjadi Bupati Kendal. Ia menyarankan supaya calon wisudawan mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi masa masa sulit pasca wisuda. Sebab, setelah wisuda seseorang biasanya mengalami masa-masa sulit, misalnya dalam mencari pekerjaan, mencari  jodoh, dan menghadapi tantangan persaingan global.

Sementara itu, menurut Rektor Unissula Laode M Kamaluddin, berpendapat setiap manusia akan mengalami beberapa recycle (siklus) dalam hidupnya. Siklus usia 40, usia 50, dan di atas 50. Beberapa hal seperti jenis pekerjaan, menikah, memiliki rumah harus sudah selesai dalam siklus usia 40 tahun.

“Pertanyaan terpentingnya adalah dari mana anda akan memulai, bagaimana anda mengkonsep tujuan tujuan itu,” katanya. Siklus usia 50 tahun (mencapai kematangan karier). Siklus usia >50 dimana seseorang sudah dapat mencapai periode glory (kejayaan). Menurut Laode, hal itu hanya bisa dicapai jika anda punya konsep yang jelas serta tekad yang kuat.

Laode kembali mengingatkan wisudawan supaya menjadikan Rasul Muhammad sebagai teladan dalam setiap keadaan. “Kejujuran, ketulusan, keikhlasan, kepercayaan diri, dan senantiasa berpikir positip dan optimis adalah hal hal paten yang senantiasa dipraktekkan Rasul,” ungkapnya. PortalSemarang.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.