Manusia Mengatur Rezekinya Sendiri

SAHABATKU yang powerful, apa kabar bahagia Anda hari ini?

Saya ingin ajukan sebuah pertanyaan kepada Anda: “Siapa yang mengatur rezeki?”

Saya menebak, Anda spontan akan memberikan jawaban yang sama: “Tuhan”.

Dan Anda mungkin akan heran bahkan mungkin berang jika saya tidak setuju.

Jawaban saya adalah : “manusia”.

Ya, yang mengatur atau mengelola rezeki adalah manusia. Anda tidak salah baca. Dan saya adalah orang beriman yang sangat percaya kuasa Tuhan dalam mensejahterakan manusia.

Tapi, mengapa jawaban saya adalah manusia, bukan Tuhan?

Izinkan saya menjelaskannya kepada Anda !

Silakan Anda jawab 3 pertanyaan berikut dengan spontan!

1. Siapa yang MEMBERIKAN rezeki?
2. Siapa yang MEMBAGIKAN rezeki?
3. Siapa yang MENGATUR rezeki?

Jawaban saya atas ke-3 pertanyaan di atas adalah:
1. Tuhan
2. Malaikat
3. Manusia

Apakah sama artinya antara MEMBERI, MEMBAGIKAN, dan MENGATUR ?

Oke, sahabatku yang powerful, mari kita perjelas ketiga jawaban di atas, sehingga bisa mempertebal keyakinan (iman) kita akan ke-Maha Kuasaan Tuhan atas rezeki kita.

Pertama, yang memberi rezeki adalah Tuhan.
Tuhan memberikan rezeki sama banyak kepada setiap orang : Setiap orang berHAK sukses, bahagia dan kaya. Orang yang menjalankan ketetapan-Nya dengan baik akan mendapatkan haknya. Sedangkan yang melalaikan atau tidak menjalankan dengan baik akan membatalkan haknya.

Kedua, yang MEMBAGIKAN rezeki adalah malaikat
Tuhan menciptakan malaikat yang salah satunya diberikan tugas untuk membagikan rezeki kepada manusia. Malaikat di sini adalah dalam bentuk spirit bukan fisik. Malaikat bisa tampil dalam wujud perusahaan yang membayarkan gaji kepada Anda jika Anda sebagai karyawan. Malaikat dalam rupa customer jika Anda seorang entrepreneur. Atau malaikat dalam tubuh orang tua yang pengasih bagi anaknya.

Ketiga, yang MENGATUR rezeki adalah manusia
Tuhan izinkan manusia untuk mengatur atau mengelola rezeki yang telah diberikan-Nya. Inilah yang menjadi pembeda utama, mengapa rezeki yang sama banyak untuk setiap manusia, namun ada yang kaya dan banyak yang miskin. Jawabannya adalah : mereka yang KAYA karena pandai dalam MENGELOLA rezekinya. Mereka yang MISKIN karena tidak pandai MENGELOLA rezekinya.

Sudahkah Anda mengelola rezeki yang Tuhan berikan melimpah dengan baik, sahabatku yang powerful?

Inspirasi Edi:

“Penentu besar kecilnya rezeki yang diterima terletak pada kemampuan Anda dalam mengorganisasikan (mengatur) bentuk-bentuk rezeki yang telah Tuhan curahkan. Belajarlah untuk mengorganisasikan rezeki Anda, maka Anda akan tumbuh menjadi orang kaya yang dicintai Tuhan.”

Salam Powerfull,

Edi Susanto

2 Comments

  1. Lili M. Sawali

    April 20, 2011 at 5:39 am

    Tulisan yang luar biasa, hampir terjebak. Sedikit berpendapat tentang Tuhan memberikan rezeki yang sama banyak kepada manusia. Apakah rezeki orang yang berumur sampai 20 tahun sama banyak dengan rezeki orang yang berumur sampai 70 tahun? Kalo jawabannya tidak sama, tentu pendapat pertama jadi gugur. Mungkin Mas Edi bisa menjelaskan lebih detil lagi tentang Tuham memberikan rezeki yang sama banyak tersebut. Trims

    • Edi Susanto

      April 20, 2011 at 9:14 am

      Terimakasih Pak Lili atas tanggapannya.

      Pertanyaan Bapak, apakah rezeki orang berumur 20 tahun sama banyak dengan 70 tahun, saya tidak tahu jawabannya. Hanya Tuhan yang mengetahui dengan pasti untuk suatu maksud.

      Sebagai manusia yang dianugerahi dengan cipta (akal), rasa (perasaan), karsa (kehendak) saya hanya berusaha untuk membaca pesan Tuhan sebagai berikut:

      Setiap bayi yang lahir dianugerahi JATAH REZEKI yang sama banyak, tidak ada keistimewaan rezeki untuk orang-orang tertentu. Hanya saja dari JATAH REZEKI yang sama tersebut ada yang mampu MENCAIRKANNYA dalam jumlah yang besar seperti Bill Gates namun banyak yang tidak mencairkannya. Itu yang pertama.

      Yang kedua, perlu kita pahami, bahwa bentuk rezeki itu beragam. Tidak sekedar kesejahteraan, uang atau materi Saya menemukan ada 8 bentuk rezeki sebagai berikut:
      1. Kesehatan yang prima
      2. Kesejahteraan yang melimpah dan berkah
      3. Keceriaan yang alami dan spontan
      4. Kedamaian batin yang dalam
      5. Keharmonisan hidup yang seimbang
      6. Sahabat & pasangan hidup yang hangat
      7. Keselamatan jiwa dan raga
      8. Kearifan hidup yang menyeluruh

      Orang kaya sejati tentunya memiliki 8 kandungan rezeki tersebut dengan seimbang dan harmonis, tidak sekedar sejahtera (kandungan rezeki ke-2).

      Demikian Pak Lili yang bisa saya sampaikan, semoga Tuhan membimbing kita untuk tidak hanya pintar dalam menilai namun juga bijak dalam memahami.

      Berhubungan dengan pembahasan rezeki secara holistik bisa menyimak bahasannya dalam buku saya berikutnya : MANAJEMEN REZEKI.

      Salam Powerful
      Edi Susanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.