Broken Home Berpengaruh Pada Mental Anak

Dilansir dari Kompas.com (15/11/2015), Studi kini menjunjukan anak yang dibesarkan oleh orang tua yang bercerai, akan  merasakan dampak perceraian hingga ia dewasa.

Jensen (dalam Sarwono, 2002) berpendapat bahwa perceraian orang tua mempunyai dampak negatif terhadap anak yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, seperti merokok, memakai narkoba, meminum minuman keras, sex bebas, hingga mengingkari status anak sebagai pelajar dengan cara membolos.

Pada dasarnya tidak ada satupun anak yang menginkan perceraian pada kedua orang tua mereka, mereka menjadi korban dari keputusan yang telah diambil oleh orang tua mereka.

Banyak dari anak broken  home yang mencari perhatian dengan melakukan berbagai macam hal,  entah itu hal baik atau buruk. Seperti kasus memakai obat-obatan terlarang dan sex bebas.

Dilansir dari kpai.go.id (14/5/2014), Data di Jakarta tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. Tahun 1994 meningkat menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar, tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain.

Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung meningkat. Lebih jauh dijelaskan bahwa dari 15.000 kasus narkoba selama dua tahun terakhir, 46% di antaranya dilakukan oleh remaja, selain itu di Indonesia diperkirakan jumlah prostitusi anak cukup besar. Departemen Sosial pada tahun 2004 memberikan estimasi bahwa jumlah prostitusi anak yang berusia 15-20 tahun sebanyak 60% dari 71.281 orang. Unicef Indonesia menyebut angka 30% dari 40-150.000, dan Irwanto menyebut angka 87.000 pelacur anak atau 50% dari total penjaja seks (Dep. Sos, 2004)

Hawari (dalam Harsanti, 2013) Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian ditemukan bahwa salah satu faktor penyebab timbulnya kenakalan remaja adalah tidak berfungsinya orangtua sebagai figur tauladan bagi anak.

Anak broken home membutuhkan dorongan motivasi yang kuat untuk membangun mental kuat untuk mengubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Butuh dorongan dari keluarga, saudara, dan sahabat untuk membuat mereka merasa bahwa dirinya masih sangat di butuhkan. Lalu bagaimana jika anak tersebut harus tinggal bersama salah satu dari orang tuanya yang sudah memiliki keluarga baru?

Apabila anak tersebut ikut dalam keluarga baru yang sekiranya membuat mental menjadi tertekan bahkan membuat dirinya tidak nyaman dengan situasi tersebut, maka sebagai orang tua hendaknya untuk memberikan pengertian agar anak mampu memahami tanpa memberontak atas situasi tersebut.

Maka dari itu sebagai orang yang dekat dengan anak broken home sebaiknya selalu memberikan kenyamanan, memberikan motivasi, memberikan tempat untuk mereka berkeluh kesah tentang diri mereka. Karena tidak semua anak broken home mampu menerima kejadian tersebut dengan lapang dada.

Kenakalan remaja yang terjadi ketika orang tuanya bercerai biasanya seperti mereka tidak bisa menerima perceraian orang tuanya, merasa malu dengan teman-temannya karena  orang tuanya memutuskan mengambil jalan untuk berpisah, mulai mengkonsumsi minum-minuman keras, memakai obat-obatan, mencopet, merusak fasilitas umum, hingga melakukan hubungan sex dengan teman-temanya.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dan dapat menimbulkan kenakalan pada anak broken home biasanya dipengarui oleh faktor keluarga baru dan faktor lingkungan.

Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa orang tua harus mampu membangun komunikasi dua arah dimana orang tua bisa bertukar pendapat  dengan anak sehingga anak merasa dihargai keberadaanya. Diperlukan pembimbingan dan pengarahan bagi  remaja agar tidak terjerumus pada pergaulan bebas yang tentunya akan mengganggu hidup anak-anak remaja bahkan mampu merusak masa depan anak-anak tersebut.

 

[ Delya Novitasari ]

 

Opini ini merupakan hasil latihan mahasiswa peserta didik mata kuliah jurnalistik dari jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.