Berdagang Tanpa Barang, Bagaimana Caranya?

Dalam industri ada dua bentuk komoditas yang diperdagangkan, yaitu barang dan jasa. Jika menjual barang, kita harus memiliki sesuatu yang berbentuk untuk dijual. Tapi dengan jasa, kita bisa memperoleh keuntungan berdagang meskipun tidak memiliki barang sama sekali.

Dalam usaha jasa, komoditas yang ditawarkan kepada pembeli adalah layanan. Pembeli memperoleh keuntungan tertentu karena kita melakukan sesuatu untuk mereka. Layaknya berdagang barang, dalam transaksi jasa tiap-tiap pihak mendapat keuntungannya.

Seseorang dapat menjual jasa jika memiliki tenaga, keterampilan, atau pengetahuan. Ketiga hal itu diberdayakan untuk orang lain sehingga orang lain memperoleh manfaat tertentu. Sebagai imbalan atas manfaat yang diperolehnya, seseorang membayar kita.

Misalnya, Pak Handoko, adalah seorang pengusaha. Ia ingin membangun kantor. Dia sudah punya gambaran kantor yang diinginkannya, tetapi tidak tahu bagaimana cara mengerjakannya.

Nah, dalam kondisi seperti itu, Pak Handoko memerlukan seorang arsitek. Arsitek akan membantu Pak Handoko merancang kantor yang diinginkannya. Seorang arsitek biasanya adalah lulusan perguruan tinggi yang berpengalaman dan memiliki jiwa seni. Dari arsitek Pak Handoko akan memperoleh konsep yang lebih riil dalam bentuk gambar kantor yang diinginkannya.

Selanjutnya, agar desain kantor menjadi nyata, Pak Handoko ingin berblanja bahan bangunan. Tapi ia sendiri tidak tahu jenis dan jumlah bahan yang dieprlukan. Oleh karena itu, Pak Handoko memerlukan seorang ahli teknik sipil. Teknik sipil ini akan menghitung material yang dibutuhkan. Berapa batu bata, berapa semen, berapa batu kali, dan hingga berapa kayu yang diperlukan.

Dengan data yang diperoleh dari ahli teknik sipil Pak Handoko bisa belanja barang dengan tepat. Tapi ia sendiri tidak terbias mengolah bhan-bahan itu. Oleh karena itu, Pak Handoko memerlukan tukang batu. Tukang inilah yang bertugas mengolah bahan sehingga bisa menjadi bangunan yang diinginkan. Semen dicampur pasir kemudian dipasang dengan batu bata membentuk tembok. Kayu dipotong menjadi kusen jendela.

Akhirnya, bangunan yang diinginkan Pak Handoko berdiri. Tetapi karen amsih baru, belum ada perabot apa pun. Dia ingin kantornya terlihat modern sehingga membuatnya nyaman bekerja. Dia sendiri tidak berpengalaman.   Oleh karena itu, Pak Handoko memerlukan seorang interior desainer. Desainer interior bertugas mendesain tata letak perabot sehingga sesuai degan suasana yang diinginkan.

Dari proses itu saja, kita bisa lihat, ada berbagai orang yang menjual jasa. Mereka adalah arsitek, teknik sipil, tukang, dan desainer interior. Masing-masing orang itu memperoleh uang jasa dari Pak Handoko.

Industri Jasa

Agar bisa berdagang jasa, seseorang harus memiliki tenaga, keterampilan, keahlian, atau pengetahuan yang dibutuhkan orang lain. Selanjutnya, orang di sekitar kita harus tahu bahwa kita memiliki salah satu dari empat jenis itu. Dengan begitu, ketika orang lain memerlukannya mereka akan menghubungi kita.

Para arsitek biasanya mendirikan biro arsitek sebagai wadah. Biro ini akan menawarkan kepada orang lain. Jika orang lain setuju menggunakan jasa arsitek, maka mereka akan menyepakati jenis pekerjaan dan harga jasanya.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *