Bekerja di Rumah Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Situasi Pandemi Corona

Solo – Sudah lebih dari dua bulan sejak Senin (16/3/2020) setelah dikeluarkannya keputusan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menekankan bahwa sistem bekerja di rumah (work from home) bagi Aparatur Sipil Negara merupakan langkah antisipasi penyebaran covid 19.

Wabah virus corona mempunyai dampak yang luas di berbagai sektor antara lain sektor ekonomi, sosial, dan juga sektor pendidikan. Khususnya bagi dunia pendidikan pola pembelajaran berubah drastis dari model pembelajaran offline menuju ke pembelajaran daring.

Selain model pembelajaran pola kerja tenaga pendidik dan tenaga kependidikan semua beralih ke model daring. Salah satu contoh perubahan pola kerja dialami oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja sebagai staf kependidikan Universitas Sebelas Maret.

“Dampak dari virus korona  semua pembelajaran dilakukan secara daring. Dampak dari pemberlakuan pembelajaran daring, banyak dosen yang tidak bisa melakukan hal tersebut sehingga perlu pendampingan. Sehingga peran Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) sangat dibutuhkan. Di dalam pendampingan kepada dosen semua dilakukan secara daring,” ujar Ngadimin(48), staf kependidikan di bidang Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) di Universitas Sebelas Maret (22/5/20).

Banyak pekerjaan yang dilakukan secara daring, sebagai contoh  pelayanan penggunaan media pembelajaran daring, kepada tenaga pendidik (dosen) dalam pemanfaatan pembelajaran langsung (synchronous), yaitu menggunakan beberapa platform meeting antara lain zoom ,webex, google meet. Banyak variasi penggunaan platform meeting sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan dari masing-masing dosen.

Selain pemanfaatan pembelajaran langsung  (synchronous) juga menggunakan model pembelajaran menggunakan e-learning (spada.uns.ac.id) yang di dalamnya terdapat banyak fitur pembelajaran langsung (synchronous) yang berupa video conference menggunakan big blue button (BBB) serta pembelajaran asynchronous yang berupa materi pembelajaran teks, video, kuis, dan assignment.

“Pemanfaatan media pembelajaran daring baik itu synchronous ataupun asynchronous dosen menemui banyak kendala sehingga perlu pendampingan secara online. Peran Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) sangat dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan proses berlajar mengajar. Adapun dalam pelaksanaan kegiatan tersebut mengalami kendala dan kelebihan yang dialami oleh staf kependidikan Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP),” ujar Ngadimin (48).

Kendala yang dihadapi antara lain tenaga pendidik belum familiar dalam penggunaan media pembelajaran online sehingga perlu pendampingan yang intensif secara daring. Selain itu, membutuhkan kuota yang besar khususnya untuk pelaksanaan video conference. Sinyal handphone yang kurang mendukung khususnya pada cuaca yang mendung atau hujan, serta waktu konsultasi sampai larut malam juga menjadi kendala yang sering dihadapi. Sedangkan sisi positif dari Work From Home (WFH) yakni pekerjaan bisa dilakukan di manapun dan kapanpun sehingga tidak memerlukan tatap muka. Dari pernyataan tersebut Work From Home (WFH) memenuhi kriteria social distancing yang harus dilakukan setiap warga untuk memutus penyebaran wabah virus corona.

 

[ Jozuna Aziz Kusuma Mukti ]

Berita ini merupakan hasil belajar peserta mata kuliah jurnalistik Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.