Balai Bahasa Jawa Tengah Selenggarakan Sayembara Penulisan Esai dan Cerita , Berikut Daftar Pemenangnya

Pada hakikatnya semua yang hadir di tempat ini adalah pemenang

Demikian kata Dr. Ganjar Harimansyah, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah pada presentasi penentuan pemenang dari 20 nomine Lomba Cipta Sastra Sayembara Penulisan Esai dan Cerpen Bermuatan Lokal 2020. Acara tersebut diselenggarakan  Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah di Hotel @Hom, Semarang pada 20 Oktober 2020.

Selanjutnya, Ganjar menyatakan bahwa sepuluh nomine  masing-masing kategori yang berasal dari berbagai daerah telah merupakan peserta yang telah berani dan ksatria menerima kekalahan maupun kemenangan. Ganjar juga menyampaikan terima kasih kepada para juri dan peserta mulai dari penerimaan naskah hingga penentuan pemenang.

Wiwien Wintarto, salah satu juri esai guru menyampaikan kualitas naskah esai guru pada 2020 ini meningkat. Banyak karya yang menarik dan aktual. Sebagai mantan jurnalis, ia menilai karya-karya tersebut sangat layak dimuat di media massa.

Selanjutnya, Triman Laksana, salah satu juri cerpen guru juga menyatakan dari naskah cerpen yang diterima ada peningkatan mutu. Akan tetapi, setiap naskah yang mengikuti lomba selalu ada kelemahan. Jangan mengikuti lomba, jika tidak siap kalah, setiap lomba selalu mencari pemenang,  demikian Triman Laksana menuturkan dalam ulasan juri. Ia juga berpesan agar peserta tidak berkecil hati karena dalam setiap lomba juri pasti mencari kekurangannya.

Adapun, pemenang esai guru sebagai berikut:
Pemenang I Tri Winarno (“Ajaran Menjadi Manusia Rasional dalam Serat Nitileksana”),
Pemenang II Triana Kanthi Wati (“Menguatkan ‘Pager Mangkok’”),
Pemenang III Imaniar Yordan Christy  (“Makna Tanda Pohon Delima dalam Novel Sirkus Pohon Karya Andrea Hirata”), Harapan I Muarif  (“Membaca Gerakan Sastra Tegal [1994—2020] Penghampiran Model Analisis Framing”),
Harapan II Ahmat Sodiqin (“Apalah Arti Sebuah Nama”).

Adapun, Puji Handayani (“Balada Guru Bahasa Indonesia dalam Pemartabatan Bahasa Indonesia”), Ratino          (“Mutasi Genetik Roro Mendut”), Petrus Sanga Lewar (“Puisi-Puisi Covid 19*: Ekspresi Emansipatoris dan Orasi Profetik Nilai”), Daryat (“Strategi Spotcapturing dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi di Pendidikan Kesetaraan [Sebuah Alternatif Pembelajaran]”), dan Muzakki Bashori (Konservasi Folklor Kudus Legenda Lentog Tanjung Melalui Pengembangan Komik JENANG [Jenaka Ing Piwulang]”) ditetapkan sebagai pemenang harapan.

Pemenang cerita pendek bermuatan lokal guru sebagai berikut:
Pemenang I Kartika Hidayati (“Gincu Ibu”),
Pemenang II Utami Panca Dewi (“Bale Kambang”),
Pemenang III Effi Kurniasih      (“Busung”),
Harapan I Dewanto Amin Sadono      (“Petaka di Dukuh Picek”),
Harapan II Rasito (“Menggugat Minamata”).

Kelima pemenang harapan adalah Giyato (“Hasan Rangutan”), Dwi Kriswanti (“Buto Ijo Menggugat Ingkar”), Aryani Purnama (“Kloning Si Baru”), Agus Pribadi (“Perbukitan Sisik Naga”), dan N. Widodo (“Kedung Perahu [Yang] Bertuah”). Para pemenang menerima hadiah berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.