Bagaimana Kalau Ada Berita Melecehkan?

 

“BAGAIMANA kalau seorang wartawan membuat berita tentang keburukan seseorang. Meskipun itu benar, tapi kan bisa melecehkan?” Demikian pertanyaan Mahmud, salah satu peserta Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) yang diselenggarakan Tim PKMM FIS Unnes, Minggu (25/3) pagi tadi. Lebih dari 20 pemuda Kelurahan Sekaran turut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan di gedung C1 FIS Unnes tersebut.

“Wartawan bekerja dengan kode etik. Kita punyaa Kode Etik Jurnalistik yang memandu wartawan bekerja. Salah satunyaa mengatur supaaya wartawan membuat berita dengan cover both side atau seimbang. Jadi, kalau keburukan seseorang diberitakan, dia harus diberi kesempaatan menaanggapi atau membuat klarifikasi,” jawab Rahmat Petuguran, salah satu fasilitator dalam pelatihan tersebut.

Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) yang rencananya digelar beberapa hari tersebut memang mengajak sejumlah pemuda di Sekaran menjadi peserta. “Harapannya, teman-teman di Karang Taruna nanti bisa mengembangkang media sendiri di wilayah masing-masing. Paling tidak, seminggu setelah ini mereka bisa praktik liputan, terus menerbitkan buletin sendiri,” kata Novia Ita Riyani, ketua program.

Menurut Rahmat pegiat organisasi kepemudaan memang perlu menguasai jurnalistik. Pasalnya, keterampilan jurnalistik tidak hanya digunakan dalam industri media, melainkan juga kegiatan sosial. Bagi organisasi sosial seperti Karang Taruna, jurnalsitik bisa digunakan untuk sosialisasi program. Produk jurnalistik seperti buletin, blog, dan majalah dapat menunjang peran mereka sebagai pemberdaya masyarakat.

“Bahkan kalau teman-teman memiliki usaha, laundry atau nasi kucing barangkali, teman-teman bisa memanfaatkan media untuk mendukungnya. Misalnya, mengenalkan produk baru, membangun trust dengan pelanggan, dan membangun jejering,” lanjutnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.