26 Maret, Pentas Nabi Darurat Rasul Ad Hoc

 

SETELAH sukses pentas di Jakarta dan Yogyakarta, teater perdikan akan menggelar pentas Nabi Darurat Rasul Ad-Hoc yang naskahnya ditulis Emha Ainun Najib, di Semarang 25 Maret 2012 mendatang. Menurut rencana, pentas akan digelar di gedung Fakultas Ilmu Keolhragaan (FIK) Unnes, Sekaran, Gunungpati, Semarang.

Eko Nuryanto, koordinator Hubungan Masyarakat Pentas, menuturkan, selain melibatkan anggota Teater Perdikan juga akan didukung para personel Letto

“Pementasan itu juga didukung personel Letto, yakni Sabrang ‘Noe’, Patub, Ari, dan Dedhot. Mereka bukan hanya menggarap musiknya di belakang layar, tetapi juga tampil bermain musik,” jelas Eko.

Lakon “Nabi Darurat, Rasul Ad-Hoc” bercerita tentang kehidupan Ruwat Sengkolo yang tinggal bersama sang kakek di pelosok sebuah desa pinggiran kota.

“Persoalan muncul ketika suatu hari Ruwat memutuskan membuat kurungan di dalam rumahnya. Ruwat kemudian memutuskan untuk tinggal di dalam kurungan itu, sehinggga menimbulkan kasak-kusuk di tengah warga,” katanya.

Kasak-kusuk warga sekitar lantas berkembang menjadi keributan dan meresahkan desanya. Keributan memuncak ketika petugas kepolisian datang untuk menangkap Ruwat karena dituduh meresahkan masyarakat dan melanggar undang-undang.

Sejumlah kelompok masyarakat, kata dia, mendukung tindakan aparat keamanan tersebut karena menurut mereka Ruwat mengaku sebagai nabi dan rasul.

“Bagaimana kemudian nasib Ruwat yang dituduh sebagai nabi palsu dan dianggap membuat keresahan itu?. Jawabannya akan terurai dengan apik dalam pentas nanti,” Eko menutup ceritanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.