Sepinya Pasar Darurat Membuat Para Pedagang Gulung Tikar

RANDUDONGKAL– Beberapa pedagang di pasar Randudongkal yang mengikuti saran dari dinas perdagangan, koperasi kabupaten pemalang untuk menempati lokasi baru berjualan, kini lapak ditutup.

Menurut para pedagang di pasar Randudongkal sepinya pembeli lantaran lokasi yang dipilih di lapangan Randudongkal tepatnya di dekat sekolah SMA PGRI Randudongkal, yang berada di tengah pemukiman warga, serta di kelilingi tembok besar.

Khasanah (50) satu di antara pedagang, mengaku bahwa kondisi di pasar darurat membuat para pembeli tidak mau datang.

Khasanah menjelaskan bahwa “Total para pedagang pasar Randudongkal kurang lebih sekitar 1000 lebih dan yang pindah ke sini sekitar hampir 200 pedagang, karena sepi pembeli jadi banyak para pedagang yang menutup kiosnya dan gulung tikar,” Minggu (3/05/2020).

Kondisi tersebut membuat para pedagang mengajukan hutang ke bank untuk membayar para karyawan yang membantu di kios mereka.

“Kondisinya memanglah seperti itu, banyak dari beberapa pedagang beralih profesi, mereka lebih memilih untuk berkebun, sawah, kuli bangunan bahkan pergi merantau, kami para pedagang pernah mendatangi UMKM, namun hasilnya sama saja tidak ada perubahan dan pergerakan,” Paparnya.

Dijelaskan Khasanah bahwa para pedagang sering melakukan doa bersama agar pasar segera selsai di bangun, sering melaporkan kepada pemerintah agar pasar segera ditindak lanjuti.

“Berbagai usaha telah kita lakukkan, namun tetap saja pasar belum selsai di bangun malah tambah mogok,” imbuhnya.

Pembangunan pasar Randudongkal sejak tahun 2016, sementara dana yang di gunakkan untuk membangun pasar sekitar Rp. 60 Miliyar. Pasar tersebut rencananya dibangun 3 lantai yang berisikan 200 kios dan 700 los yang mampu menampung sekitar 1000 para pedagang.

[Naila Nur Atqiya]

Berita ini merupakan hasil belajar matakuliah jurnalistik jurusan kurikulum dan teknologi pendidikan FIP UNNES.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.