20 September, Nonton dan Diskusi film Telegram di FBS Unnes

TELEGRAM adalah film yang ingin mengungkap, “kehidupan khayal Daku (tokoh utama) di mana Rosa, perempuan muda yang cantik tampil sebagai kekasih yang amat mencintainya. Namun keindahan dunia khayal yang dimilikinya selalu pudar oleh kehadiran Sinta, anak angkatnya yang selalu menyadarkan dirinya pada kenyataan hidup yang sesungguhnya…..”

Putu Wijaya, penulis novel yang di bantu sutradara Selamet Rahardjo, sekaligus sering membuat film ini terkenal mengajukan problem-problem psikologis dalam novelnya. Problem-problem psikologis ini bagi banyak orang sering kemudian disebut ‘absurd’.

Absurditas karya-karya sastra Putu Wijaya ini mengemuka manakala kita membaca beberapa karyanya. Dalam banyak prosanya itu, Putu Wijaya biasanya banyak memerikan pergulatan pikiran sang tokoh utama.

Film ini juga tidak berusaha membedakan apa yang disebut ‘kenyataan’ dan ‘pikiran’ dalam novel. Seluruh peristiwa dibawa sebagai ‘kenyataan sesungguhnya’. Maka pertanyaan-pertanyaan kritis tentang nilai, tentang tradisi, tentang diri-sendiri yang banyak sekali terdapat dalam novel ‘dimanifestasikan’ dalam scene riil. Apa konsekuensinya?

Semua orang tahu, tentu sangat tidak mudah menyalin pertanyaan-pertanyaan kritis filosofis ke dalam medium gambar.

Barangkali itulah yang ingin diwacana Karamba Art melalui acara Lajar Tanjtjap #5 dengan memilih fil Telegram. Acara akan digelar Selas malam 20 September 2010 di Gazebo B5 FBS Unnes Sekaran.  “Selamat Menonton. Jangan lupa ajak kawan, pacar atau selingkuhan, GRATIS ! semuanya boleh ikut.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.