Pondok Pesantren Futuhiyyah, Ajak Santri Berani Bermimpi

Bekerja sama dengan berbagai pihak, Pondok Pesantren Futuhiyah Demak melaksanakan aneka kegiatan keilmuan. Salah satunya adalah bedah buku. Kegiatan ini penting supaya ghirah keilmuan santri terus terjaga, bahkan meningkat.

Salah satu kegiatan bedah buku diselenggarakan pada Sabtu (28/11). Pengurus pesantren bekerja sama dengan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Alumni Fuhiyyah (Fokmaf). Kegiatan diselenggrakan di Aula Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah pada Sabtu, (28/11).

Dalam acara tersebut, sejumlah narasumber mengupas buku yang berjudul Genggam Mimpimu, Semesta Pasti Mendukungmu. Peserta bedah buku adalah ratusan santri dari kalangan SLTA se-Yayasan Ponpes Futuhiyyah.

Said Lafif Hakim, S.Ag, M.Hum mengatakan bahwa dirinya begitu berharap terhadap santrinya agar dengan diadakannya acara diskusi ini santri dapat pula mengembangkan minat baca,

“Dari terselenggaranya acara ini, semoga para santri bisa termotivasi dan semakin meningkatkan semangat belajar. Apalagi, kebiasaan santri dalam membaca harus terus ditingkatkan. Banyak alumni yang mestinya para santri kenal. Contoh kebaikan dan jejak langkah kesuksesan mereka.” Tutur Ketua Yayasan Pon-Pes Futuhiyyah saat membuka acara.

Hadir pula dalam acara, Ibrahim selaku moderator, Zamzami Elriza dan Mohamad Hamli dua dari sembilan penulis. Kisah hidup Zamzami yang ditulis menjadi sebuah buku ini mengalami jalan panjang dalam meraih beasiswa hingga akhirnya dapat menjejaki lima benua.

“Sempat sekali mengalami kegagalan saat mendaftar beasiswa, tetapi tahun berikutnya saya berhasil meraihnya. Ya, salah satu isi buku ini adalah kisah perjalanan itu, tentang tekat saya untuk mengukir kehidupan dan menjejaki banyak benua. Dan ini adalah salah satu dari lima benua yang saya kunjungi,” ungkap penulis novel Sang Penggenggam Surga.

Di sela acara, Zamzami mengajak para santri untuk bermimpi. Semua peserta seminar memejamkan mata, “Ceritakan mimpi kalian pada diri sendiri. Ingat baik-baik dan motivasi diri untuk meraihnya,” lanjut Zamzami.

Bagi warga Demak dan sekitarnya, Pesantren Futuhiyah adalah mata air ilmu pengetahuan. Pesantren ini telah didirikan sejak 1901 oleh KH. Abdurrahman bin Qosidil Haq. Ribuan santri dari berbagai daerah menjadikan pesantren ini untuk mengobati dahaga keilmuan.

Di bawah kepemimpinan KH. Muslih yang kedua inilah, Pondok Pesantren Futuhiyyah setapak demi setapak mulai berkembang dan mulai menjadi tujuan para santri dari berbagai daerah yang menetap/mukim di pondok. Kamar ( gothaan ) santri mulai dibangun dan didirikan, Langgar (surau/Musholla) dibangun menjadi Masjid. Pada tahun 1936 pondok pesantren mulai membuka Madrasah Tsanawiyah.

Perkembangan pesantren dan kiprah alumninya membuat pesantren ini dikenal luas oleh masyarakat. Pondok Pesantren ini juga dikenal  sebagai salah satu pusat pengembangan Tarikat Qaddiriyah Wa Naqsyabandiyah (TQN) di dunia. Tri Sutrisno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.