Hana dan Lukisan Wajah Karyanya

Selain kuliah, ada kesibukan yang selalu membuat hati Haniningsih Widhiasri senang. Kegiatan itu adalah menggambar wajah. Dengan menggambar, gadis yang akrab disapa Hana ini mengisi waktu luang sekaligus menghasilkan uang.

Hobi Hana melukis wajah telah dimulai sejak SMA. Saat itu menggambar wajah dilakukan Hana untuk mengisi waktu luang. Tapi lama kelamaan, karyanya diminati banyak orang. Teman, guru, maupun saudaranya banyak yang meminta Hana melukis wajah mereka. Berawal dari situ, Hana tahu bahwa kegemaran hobi ternyata potensial untuk menghasilkan uang.

“Banyak orang suka dilukis wajahnya. Mereka meminta saya melukis mereka, baik dalam bentuk karikatur maupun lukisan realis,” kata Hana.

Hobi Hana kian mendapat tempat setelah ia masuk Jurusan Seni Rua Universitas Negeri Semarang (Unnes) sejak 2014 lalu. Di Universitas Konservasi ini ia mendapat banyak mentor yang membuat pengetahuannya tentang seni rupa terus bertambah. Tidak hanya dosen, ia juga mendapat pengetahuan baru dari rekan-rekannya.

Hingga tahun keduanya berkuliah, Hana masih rajin menggambar wajah. Sebagian ia lakukan untuk mengisi waktu luang, sebagian lagi ia lakukan karena mendapat pesanan.

“Meskipun sekarang sudah tersedia foto dan teknologi cetak yang canggih, banyak juga yang suka wajah mereka ditulis manual. Mungkin karena bagi mereka menganggap lukisan manual memiliki nilai estetis lebih tinggi,” kata gadis kelahiran Wonogiri ini.

Ia berharap, ke depan ia bisa menemukan arena yang lebih luas agar lukisan wajahnya semakin baik. Semakin banyak jam terbang, ia menilai, lukisannya semakin atraktif.

“Saya bersukur kalau banyak yang suka. Tapi prinsipnya, melukis sendiri sudah memberi kesenangan pada saya,” katanya.

Meski begitu, ia tak menutup diri untuk belajar bidang lain yang berkaitan dengan seni rupa. Selain lukis, misalnya, ia tertarik untuk produksi media visual dan media audio visual. Sejak awal ia bahkan sudah ancang-ancang untuk menekuni bidang periklanan. Bidang penyiaran pun sudah mulai dilirik alumni SMA Negeri 1 Wonogiri ini.

Tapi untuk bidang yang satu ini Hana merasa belum percaya diri. Pasalnya, ia merasa kemampuan speakingnya belum bagus. “Saya pernah membuat 100 daftar impian. Salah satu yang saya impikan adalah bisa public speaking. Tapi sampai sekarang belum saya miliki,” kata gadis ini seraya tersenyum.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.