Mahasiswa Unnes Juara di Konferensi Ilmuwan Muda

Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang  (FMIPA Unnes) meraih juara II dalam gelaran Konferensi Ilmuan Muda Indonesia (KIMI) MIPA untuk Negeri 2012.

Kegiatan tersebut diselenggarakan FMIPA Universitas Indonesia, belum lama ini. Dalam kesempatan itu, ribuan ilmuwan muda dari berbagai universitas di Indonesia.

Mahasiswa Unnes itu adalah Andri Fitriani dan Aji Purnomo. Keduanya menang dalam subtema energi kategori presentasi oral dengan judul karya “Pendayagunaan Sampah Buah Tanjung (Mimusops elengi) sebagai Energi Alternatif  Masa Depan yang Ramah Lingkungan”.

Kepada Unnes.ac.id, Andri Fitriani menuturkan, dipilihnya judul tersebut karena saat ini sedang terjadi krisis energi, dan bioetanol merupakan salah satu energi alternatif yang paling diunggulkan untuk menggantikan energi fosil. “Bioetanol buah tanjung ini memiliki berbagai keunggulan, di antaranya buah tanjung merupakan buah dari tanaman penghijauan yang selama ini hanya sebagai sampah, berserakan dipinggir-pinggir jalan,” katanya, Kamis (25/10).

Tak Kenal Musim

Selain itu, menurut Fitriani, buah tanjung sering tak termanfaatkan. “Di sisi lain buah ini tidak mengenal musim dan cepat berbuah sehingga kontinuitas bahan baku sangat terjamin serta bisa didapatkan dengan gratis karena belum memiliki nilai ekonomi,” tandasnya.

Tanaman peneduh pinggir jalan ini juga mudah hidup dan tidak memerlukan perawatan khusus. “Bioetanol buah tanjung diindikasikan dapat mengungguli bioetanol molase atau tetes tebu yang sekarang ini menjadi bahan bakar E100 di negara Brazil, karena kadar etanol hasil fermentasinya lebih tinggi daripada tetes tebu itu sendiri,” katanya.

Ajang KIMI MIPA untuk Negeri ini terbagi atas tiga subtema yaitu energi, pangan, dan pendidikan. Sebagai seleksi awal para ilmuwan muda diwajibkan mengirimkan abstrak kepada panitia. Dari 525 abstrak yang telah diterima, panitia dipilih 90 abstrak terbaik yang berhak mempresentasikan hasil karyanya. Masing-masing tema dipilih 30 abstrak dengan rincian 20 abstrak presentasi oral dan 10 abstrak presentasi poster.

“Berbekal keyakinan, percaya diri, serta prototipe yang meyakinkan, kami berusaha tampil maksimal. Dan hasilnya, kami mampu meyakinkan dewan juri, bahkan mengalahkan rekan-rekan dari universitas lain yang telah mendapatkan investor dari Singapura dan Jepang,” kata Fitriani.

Optimalkan Potensi

Fitiriani berharap, melalui Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun kegiatan kemahasiswaan lainnya, mahasiswa dapat mengoptimalkan potensi diri untuk dapat berprestasi di jalurnya masing-masing.

“Yang terpenting dari semua itu adalah memberikan pengalaman secara mental dan memberi kesempatan mereka di berbagai ajang di semua level sehingga mahasiswa dapat kuat secara psikologis, dan potensi diri dapat diraih secara optimal,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.