1 Tahun Lagi, Visit Jateng Kurang Promo

PERHELATAN Visit Jateng 2013 kurang satu tahun lagi digelar. Sayangnya, promosi program itu ke masyarakat masih minim. Kondisi ini dikhawatirkan bisa memicu sepinya kunjungan wisatawan ke provinsi ini.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jateng Andhy Irawan mengaku program yang dicanangkan Pemprov Jateng itu masih belum terdengar di masyarakat. Tidak hanya di luar negeri,masyarakat Jateng juga masih banyak yang belum mengetahui agenda tersebut.

“Visit Jateng ini sebentar lagi tinggal tahun depan. Tapi, sampai sekarang gaungnya belum ada,” kata Andhy Irawan saat memaparkan hasil keikutsertaan Jateng dalam event Indonesia Corporate Meeting & Incentive Travel Mart(ICTITM) 2012 yang digelar di Medan, 10–12 Mei.

Managing Director Dafam Hotel Management ini menerangkan, pelaku wisata baik perhotelan ,biro perjalanan wisata, maupun restoran belum tergerak untuk ikut memperkenalkan Visit Jateng 2013.

”Kalaupun ada yang sudah mulai jalan,itu hanya satu dua dan belum dilakukan secara serentak atau bersamaan,” ujarnya. Dia berharap kepada sejumlah asosiasi, seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) menggerakkan anggotanya mempromosikan Visit Jateng 2013. “Paling tidak setiap hotel memasang banner Visit Jateng 2013,” ujarnya.

Berbagai kegiatan promosi terkait Visit Jateng 2013 ke luar negeri sebenarnya sudah dilakukan. Jika pelaku wisata di Jateng tidak proaktif ikut menyukseskan Visit Jateng, sulit mendatangkan wisatawan mancanegara ke Jateng.“Memang saat ini sudah terlambat, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,”ujarnya.

Berkaitan dengan Jateng Visit 2013,Pemprov Jateng menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara pada 2013 sebanyak 500.000 orang. Adapun wisatawan domestik sebanyak 25 juta orang. Kabid Pengembangan Promosi dan Pariwisata Disbudpar Jateng Budiyanto menuturkan, sebenarnya potensi wisata di Jateng tidak kalah dengan daerah lain.Berbagai objek wisata dari mulai wisata religi, wisata alam,hingga kuliner tersedia lengkap di Jateng.

Yang masih menjadi kendala bagi pengembangan pariwisata adalah menyangkut sumber daya manusia (SDM).“SDM wisata kita masih kurang,SDM kita belum visioner. Makanya, kita terus mendorong kompetensi SDM pelaku wisata biar lebih profesional, ”ucapnya. Meski begitu, pihaknya mengaku optimistis Visit Jateng 2013 akan berjalan sukses.Target kunjungan wisatawan yang datang juga akan tercapai.

Dalam laporan BPPD Jateng, potensi transaksi MICE pada pelaksanaan ICMITM di Medan senilai Rp2,77 miliar. Potensi transaksi tersebut berasal dari sejumlah perusahaan nasional, di antaranya PT Schnneider Electric, PT Holcim, PT Pharma Health Care, PT DHL Exel Supply Chain Indonesia, dan Telkomsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.